Lakukan Sosialisasi, Puluhan Santri Martapura  Cegah  PSU Curang

  • Share

MARTAPURA, Deteksionline.com:Banyak cara unik yang dilakukan masyarakat untuk menyampaikan aspirasinya. Salah satunya dilakukan puluhan santri dan warga yang tergabung dalam Gerakan Kalsel Bersih, Maju, Sejahtera (GK-BMS).

Mereka keliling dari kampung ke kampung menyapa warga dengan santun sambil mengenakan pakaian khas santri, yakni bersarung dan berpeci, dan sebagiannya lagi memakai pakaian adat.

Kegiatan yang dilakukan spontan itu dalam rangka merespon putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang memenangkan sebagian gugatan Cagub Kalsel nomor urut 2, Denny Indrayana. Salah satunya, MK membatalkan kemenangan pasangan Cagub-Cawagub Kalsel nomor urut 1, Sahbirin Noor -Muhidin yang unggul versi rekapitulasi KPU, karena terjadi pelanggaran.
Akibat hukum dari putusan tersebut, MK memerintahkan untuk dilakukan pemilihan suara ulang (PSU) di 827 TPS yang tersebar di tiga wilayah, yaitu Kabupaten Banjar, Kabupaten Tapin dan Kota Banjarmasin.
Atas putusan tersebut, Kordinator GK-BMS, Ahmadi menyambut gembira sebagai kemenangan rakyat yang ingin adanya perubahan di Kalsel. “Terimakasih kepada MK yang sudah membuat putusan yang adil dan obyektif. Sehingga, kami masih punya kesempatan untuk memilih pemimpin hanyar yang bersih, peduli dan beradab melalui proses pemilihan suara ulang yang sehat, demokratis dan tanpa ada kecurangan lagi,” katanya.

Karena itulah, menurut dia, sejumlah santri dan warga Martapura dengan ikhlas melakukan sosialisasi kepada seluruh warga dengan menyebar poster, stiker dan flayer agar pada saatnya nanti seluruh warga bisa datang ke TPS dimana PSU itu diadakan. Dan yang tak kalah penting adalah terpilihnya pemimpin Kalsel yang lebih baik dalam membawa perubahan ke depan.

Dalam melakukan aksinya, puluhan santri dan warga yang umumnya anak-anak muda itu berkeliling kampung di wilayah-wilayah yang akan menggelar PSU. Tampak sejumlah santri mencium tangan siapa saja orang yang dianggap lebih tua yang ditemuinya. Lalu, dengan kepala menunduk, mereka meminta ijin untuk menempel stiker di rumah-rumah warga.

“Mohon yang Pak dan Bu, jika tak keberatan kami mau menempel stiker di rumah Ibu dan bapak, untuk mengingatkan agar pada saatnya nanti datang ke TPS memilih pasangan calon gubernur dan wakil gubernur baru yang lebih bersih, beradab, peduli dan siap membawa perubahan Kalsel lebih maju. Bapak tahu kan, siapa pemimpin baru Kalsel yang dimaksud?,” tegasnya.

Untuk itu, sambung dia, agar tak lagi terjadi kecurangan, mohon semua warga untuk bersedia mengawal proses PSU ini dengan ketat. Termasuk, memantau ruang gerik oknum tertentu yang ingin memanfaatkan kesulitan rakyat dengan politik uang.

“Jika Bapak atau Ibu nanti lihat ada orang bagi-bagi uang untuk memililih calon tertentu, mohon segera laporkan. Sudah lah jangan terjadi kecurangan lagi. Kasihan rakyat. Sebab, kalau pemimpin lahir dari proses yang curang, saat memimpin pun nanti pasti akan curang kepada rakyat. Membodohi rakyat dan menipu rakyat,” tandasnya.

Sementara itu, aksi dengan pesan yang sama, yakni menolak kecurangan, terlihat juga dalam bentuk tersebarnya cukup masssif puluhan spanduk di sejumlah titik. Redaksinya sama, berisi informasi putusan MK tentang pemilihan suara ulang di 827 TPS dengan tambahan penekanan kalimat, “Selamat Datang Perubahan, Selamat Datang Pemimpin Hanyar”. Tertulis juga pada spanduk itu, “Jangan Curang Lagi”
Menanggapi sejumlah aksi warga tersebut, Cagub Denny Indrayana mengaku sangat terharu. “Buat saya, ini merupakan ekspresi spontan warga yang ingin adanya perubahan di Kalimantan Selatan. Mereka ingin ada pemimpin yang lebih baik untuk memajukan warga Kalsel. Yang pasti, aspirasi spontan ini buat saya merupakan amanat yang yang harus saya jaga,” ungkap Denny.

 331 total views,  2 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *