Oknum Sekdes Tambak Cemandi Terancam Dilaporkan Polresta

  • Share

Sidoarjo,deteksionline.com – Kustoro oknum Sekretaris Desa (Sekdes)Tambak Cemandi Kecamatan Sedati Kabupaten Sidoarjo terancam dilaporkan ke Polresta Sidoarjo.

Pasalnya, Kustoro diduga telah dengan sengaja memalsukan tanda tangan H Irfan Ketua BPD Desa Tambak Cemandi Kecamatan Sedati Kkuruk untuk kepentingan Lapiran Pertanggung – Jawaban (LPJ) proyek Pavingisasi Desa Tahun 2020.

H.Irfan selaku Ketua BPD tidak merasa menandatangani LPJ tersebut, dan merasa ada yang salah. Ada tanda tangan dan stempel. Sudah disampaikan akan direvisi dan dicek dulu karena tidak sesuai dengan yang dilaporkan ke kabupaten Sidoarjo.

“Sangat semborono mengapa Sekdes tidak bicara lewat telepon atau menemui saya. Dan saya tidak pernah memberikan ijin penggunaan stempel atau scan tanda tangan untuk LPJ,” ujar H.Irfan kepada wartawan, Kamis (25/3) di Sidoarjo.

Salah Satu Warga RT 04 Sudrajat (38) mengatakan, kedatangan beberapa warga desa ke Kantor Desa Tambak Cemandi untuk mewakili seluruh warga desa menanyakan perihal tentang penyescanan tanda tangan Ketua BPD H Irfan.

Dan yang kedua penggunaan stempel BPD untuk LPJ atas proyek Pavingisasi desa. Kembalikan ke forum lembaga RT/RW dan BPD.

“Intinya secara pribadi kami memaafkan kelakuan oknum Sekdes, namun jika ada warga desa yang menginginkan pelaporan pemalsuan ke Polres Sidoarjo, kami tidak bisa melarang,” kata Sudrajat.

Sementara itu Camat Sedati Abu Dardak menyampaikan, pada kesimpulannya menscan tanda tangan itu salah dan tidak dibenarkan. Seharusnya kalau ada permasalahan itu koordinasi ke Camat.

“Didesa itu punya musyawarah, yang mana tidak boleh menentang regulasi yang ada pada, PP 43 dan 47 sampai PP 11, tentang UU Peraturan Pemerintah terkait Permen, Perda dan Perbub,” Jelas Dardak.

Lanjut Dardak, antara BPD dan tokoh masyarakat dan Lurah kalau tidak ada masalah maka desa akan tenang. Dan yang terpenting tidak ada penyalahgunaan wewenang.

“Saya berharap saya ingin pemerintahan desa dalam hal ini Kepala Desa, lembaga yang bermitra dibidang pemerintahan sebagai legislasi yang ada di desa ini bersinergi. Kepada masyarakat harapan saya tidak mudah terprovokasi, kita selesaikan dengan musyawarah,” pungkas Dardak.

Terpisah, Kanit Intel Iptu Heri mewakili Kapolsek Sedati meminta kepada perangkat desa untuk memusyawarahkan prihal pemalsuan tanda tangan Ketua BPD H Irfan, karena tidak dibenarkan dalam LPJ ada tanda tangan scaner.

“Intinya ada pelanggaran hukum dan harus ditindak secara hukum,” ujar Iptu Heri.

Kustoro sendiri menyampaikan permohonan maaf berulang kali kepada semua warga yang hadir, kepada Ketua RT/RW, Ketua BPD, Camat, Kanit Intel dan masyarakat desa yang hadir…(mer)

 429 total views,  1 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *