Kecewa Dengan Puskopkar,Pemilik Rumah Merasa di Bohongi

  • Share

SIDOARJO, Deteksionline – Sudah habis kesabaran 15 tahun lebih Sukadi dan istrinya menahan kekecewaan, lantaran rumah yang dibeli sertipikatnya tidak kunjung jadi.Sukadi keluhan dan kecewa semenjak pembelian rumah di Perumahan Magersari blok j, 16, rt 23, rw, 07 kecamatan Sidoarjo Kota dan hal itu dikeluhkan kepada saat deteksi ditemui dirumahnya Kamis (25/2/21).

Diceritakan Sukadi (50) berawal perumahan Magersari blok J 16, rt 23, rw, 07 kecamatan Sidoarjo Kota.Saya beli dari pihak kesatu atas nama Kejot Martoto, tahun 2009, saya beli 130 juta, sertipikat masih dalam proses di Puskopkar.

“Saya cek benar masih dalam proses, tapi dari pihak puskopkar minta biaya sebesar 15 juta pada waktu 1- 3 bulan sertifikat jadi,” jelas Sukadi.

Masih kata Sukadi, berjalannya waktu sertipikat jadi, alangkah terkejutnya saya karena tidak sesuai harapan, rumah yang saya beli ukuran 10×12 = 120 meter, saya terkejut karena sertipikat yang jadi bukan sesuai menerima cumak 80 meter yang jadi.

Selang beberapa bulan, hingga tahunan bahkan sepuluh tahun lebih saya mengejar pihak puskopkar, katanya pihak puskopkar rumah saya kena dua induk sertipikatnya.

“Saya kaget dan sangat kecewa, karena sudah waktu … sampai sekarang tahun 2021 sejak saya beli rumah sertipikat yang sisa rumah saya belum jadi,” ketus Sukadi.

Mau gimana lagi, jadi sertipikat rumah jadi dua yang satu 80 meter sudah jadi. Yang satu 40 meter belum selesai sampai sekarang.

“Saya sudah capek dengan janji-janji puskopkar, pihak puskopkar minta biaya lagi untuk pengurusan sertifikat, yang 40 meter dengan biaya 5 juta sudah saya bayar.Hal ini puskopkar yang paling cepat 3 bulan, paling lama 6 bulan, ternyata terbukti sampai tahun 2021 belum juga jadi.Saya merasa dibohongi dengan janji-janji hingga puluhan tahun, dan pihak puskopkar atau dari pihak BPN nya yang mempersulit, saya tidak tahu mas.

Masih kata Sukadi dan istrinya dengan nada emosi, sampai sekarang sudah 10 tahun lebih belum ada hasil.Pihak Puskopkar bilang semua data sudah masuk di BPN, katanya yang tidak mau memproses pihak BPN Sidoarjo kata mbak Pipit dari puskopkar, ujar Sukadi.

Saya selaku orang kecil menuntut hak dan meminta keadilan jangan dibuat susah, saya beli kontan tapi saya malah jadi korban yang dirugikan., Ucap Sukadi yang akan melaporkan hal ini ke pihak berwajib bila tidak ada penyelesaian.

Sampai berita ini dimuat dan pemilik rumah mengeluhkan ke wartawan, pihak BPN dan Puskopkar belum bisa dikonfirmasi..(Mer)

 214 total views,  1 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *