Akankah R Ketua Komisi 3 DPRD Bangka Menjadi Tersangka ?

  • Share

Bangka, deteksionline.com- Nasib apes sedang terjadi terhadap R Ketua Komisi 3 DPRD Kabupaten Bangka. Pasalnya R saat ini menyandang status Saksi dalam kasus mega korupsi Bank BRI Pangkalpinang dan Bank BRI Cabang Pembantu Depati Amir Bangka Tengah yang merugikan negara lebih Rp 40 milyar.

Kepada awak media, R mengaku pasrah kalau dirinya nanti dijadikan tersangka walau dalam bhatinnya R tidak bisa menerima karena R merasa ditipu oleh tersangka Aloy yang saat ini sudah ditahan bersama 5 orang pegawai Bank BRI.

” Saya pasrahkan semuanya kepada Allah SWT, karena itu memang sudah jalan hidup saya, dulu juga saya hanya seorang pengrajin Kayu Kosen, Alhamdulillah pada 2019 kemarin saya terpilih menjadi dewan”, ujar R kepada Deteksi Online, Kamis (28/1) di sebuah Kafe di Sungailiat, Bangka.

Walaupun pasrah, R tetap tidak bisa menerima kalau nanti menjadi TSK karena menurut pengakuannya, R adalah korban penipuan Aloy dan dari kredit 2 Mliyar itu, R mengaku hanya menerima Rp 250 jt.

“Saya hanya menerima Rp 250 jt dari jumlah 2 milyar itu”, kata R kembali.

Diketahui sebelumnya, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mengumumkan penambahan tersangka kasus mega korupsi Bank BRI Pangkalpinang sebanyak 4 orang, Rabu (10/2).

Pengumuman itu dalam jumpa pers di ruangan Media Center Kantor Kejaksaan Tinggi Kepulauan Babel, komplek perkantoran Air Itam Pangkalpinang.
Ke Empat tersangka baru itu turut andil dalam kasus dugaan korupsi pemberian fasilitas kredit 47 debitur pada Kantor Cabang BRI Pangkalpinang dan Kantor Cabang Pembantu BRI Depati Amir.

Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Babel, Johnny William Pardede didampingi Kasipenkum Basuki Raharjo, dan Kasidik Himawan kepada awak media menyebutkan, penyidik sudah menaikkan status 4 Orsng itu dari Saksi menjadi Tersangka dan berikut peran masing-masing Tersangka.

“Keempat tersangka baru tersebut yakni, inisial JA, GH, AHP, dan ATN. Adapun peran tersangka JA, dijelaskan Asintel, yakni bekerja sama dengan Sugiharto alias Aloy dalam menerbitkan SHM untuk para calon debitur, kemudian peran tersangka GH menerbitkan cover note dalam setiap pencairan kredit.

Selanjutnya, tersangka inisial AHP sebagai pemutus kredit untuk para debitur di Kantor Cabang BRI Pangkalpinang, dan tersangka ATN sebagai  pemutus kredit dan pemerkarsa kredit pada debitur Kantor Cabang Pembantu Depati Amir dan Kantor Cabang pangkalpinang”, sebut Asintel.

Lanjut Asintel, “Para tersangka akan disangkakan Pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 18 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP Jo Pasal 65 ayat (1) KUHP.

“Subsidair Pasal 3 Jo Pasal 18 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP Jo Pasal 65 ayat (1) KUHP,” tambahnya…(tim)

 

 319 total views,  1 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *