Selain Menyasar ke-Oknum BPN, Kasus Korupsi BRI PGK Menyasar Juga ke-Oknum Notaris

  • Share

Babel, deteksionline.com – Perkara mega korupsi Bank BRI Kota Pangkalpinang (PGK) dan Cabang Pembantu Depati Hamzah semakin menarik disimak.

Pasalnya selain menyeret beberapa pejabat internal BRI, ternyata dalam kasus ini juga merembet ke Instansi lain seperti BPN dan Notaris.

Padahal profesi Notaris adalah sebuah profesi untuk seseorang yang telah menyelesaikan pendidikan hukum yang dilisensi oleh pemerintah untuk melakukan hal-hal hukum, khususnya sebagai saksi penandatanganan sebuah dokumen. Bentuk profesi seorang notaris juga berbeda-beda tergantung pada sistem hukum.

Belum lagi dalam hal financial, profesi Notaris pasti tidak kekurangan dalam hal financial bahkan berlimpah, namun kembali kepada sifat seseorang yang haus akan ketamakan dan kerakusan, walaupun sudah berlimpah namun masih doyan korupsi.

Nama tersangka Gemara Handawuri (GH) sebelumnya cukup terkenal di kalangan profesi Notaris di Kabupaten Bangka Tengah dan Provinsi Bangka Belitung. Apalagi suami dari tersangka Gemara Handawuri (GH) adalah salah seorang pejabat di Dinas PUPR Provinsi Bangka Belitung.

Diketahui sebelumnya, dalam jumpa pers di Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung, Asintel Kejati Babel J Pardede mengungkapkan, Kejati Babel sudah menetapkan lagi Empat (4) tersangka baru hasil dari pengembangan sindikat Aloy dalam kasus mega korupsi BRI Pangkalpinang.

” Ke- Empat tersangka itu inisial JA, GH, AHP, dan ATN. Adapun peran tersangka JA yakni JA bekerja sama dengan Sugiharto alias Aloy dalam menerbitkan SHM untuk calon debitur”, Terang Asintel Kejati Babel.

Kemudian tersangka GH adalah salah Satu Notaris yang beralamat di depan Hypermart Lama Pangkalpinang perannya menerbitkan catatan sampul dalam setiap pencairan kredit.

” Tersangka GH ini perannya menerbitkan catatan sampul dalam setiap pencairan kredit”, sebut Asintel  Johnny William Pardede SH MH kembali.

Selanjutnya, tersangka AHP berperan sebagai pemutus kredit untuk para debitur di Kantor Cabang BRI Pangkalpinang.

” Tersangka AHP berperan sebagai pemutus kredit untuk para debitur”, tambah Asintel Kejati Babel.

Sementara untuk tersangka ATN sebagai pemutus kredit dan pemerkarsa kredit pada debitur Kantor Cabang Pembantu Depati Amir dan Kantor Cabang Pangkalpinang.

“Tersangka ATN selain berperan sebagai pemutus kredit, juga sebagai pemerkarsa kredit pada debitur kantor Cabang”, Jelas Asintel J Pardede, Kamis (11/2) kepada awak media di kantor Kejati Babel.

Sementara itu sangat disayangkan,  Gemara Handawuri (GH) sejak dirinya ditetapkan oleh Kejati Babel menjadi tersangka, teleponnya sudah tidak aktif lagi. Tim deteksionline.com mencoba konfirmasi kepada Suaminya inisial S melalui pesan whats app, menurut suaminya Bu Gemara Handawuri sedang sakit.

” Bu Gemara sedang sakit pak”, jawab S, Senin (15/2)…..(tim)

 597 total views,  1 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *