Menjadi Tersangka Dalam Kasus Korupsi BRI PGK, Jhon Ardiansyah Tak Mau Menjawab Konfirmasi Awak Media

  • Share

Babel, deteksionline.com – Perkara mega korupsi Bank BRI Kota Pangkalpinang (PGK) dan Cabang Pembantu Depati Hamzah selain menyeret beberapa pejabat internal BRI, ternyata dalam kasus ini juga merembet ke Instansi lain seperti BPN dan Notaris.

Dalam jumpa pers di Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung, Asintel Kejati Babel J Pardede mengungkapkan, Kejati Babel sudah menetapkan lagi Empat (4) tersangka baru hasil dari pengembangan sindikat Aloy dalam kasus mega korupsi BRI Pangkalpinang.

” Ke- Empat tersangka itu inisial JA, GH, AHP, dan ATN. Adapun peran tersangka JA yakni JA bekerja sama dengan Sugiharto alias Aloy dalam menerbitkan SHM untuk calon debitur”, Terang Asintel.

Kemudian tersangka GH adalah salah Satu Notaris yang beralamat di depan Hypermart Lama Pangkalpinang perannya menerbitkan catatan sampul dalam setiap pencairan kredit.

” Tersangka GH ini perannya menerbitkan catatan sampul dalam setiap pencairan kredit”, sebut Asintel kembali.

Selanjutnya, tersangka AHP berperan sebagai pemutus kredit untuk para debitur di Kantor Cabang BRI Pangkalpinang.

” Tersangka AHP berperan sebagai pemutus kredit untuk para debitur”, tambah Asintel.

Sementara untuk tersangka ATN sebagai pemutus kredit dan pemerkarsa kredit pada debitur Kantor Cabang Pembantu Depati Amir dan Kantor Cabang Pangkalpinang.

“Tersangka ATN selain berperan sebagai pemutus kredit, juga sebagai pemerkarsa kredit pada debitur kantor Cabang”, Jelas Asintel J Pardede, Kamis (11/2) kepada awak media di kantor Kejati Babel.

Sementara itu sangat disayangkan, Jhon Ardiansyah sendiri walau sudah berkali-kali dihubungi melalui telepon whats app oleh deteksionline.com untuk konfirmasi, namun sampai saat ini Jhon Ardiansyah tidak mau menanggapinya..(tim)

 358 total views,  1 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *