Islam Itu Tidak Kaku, namun Dalam Aqidah Tetap Dijaga Jangan Sampai Kita Masuk Kepada Perbuatan Syirik

  • Share

Jakarta, deteksionline.com-Melihat banyak larangan dalam Islam, orang yang tidak mengerti tentu akan menilai agama ini kaku. Sekedar ucapan manis seperti “be my valentine” atau mengirim kartu valentine saja dilarang.

Apakah semua yang dari barat tidak boleh diikuti Umat Islam?. Kok banyak orang Islam pakai barang-barang dari barat?. Hanphone, mobil, sampai lampu rumah?.

Syekh Taqiyuddin An-Nabhani dalam bukunya Nidzamul Islam meluruskan pemahaman terkait berbagai produk yang dihasilkan Barat. Menurutnya ada perbedaan antara produk Barat yang terpengaruh ideologi atau akidah, ada juga yang tidak terpengaruh ideologi atau murni hasil dari pengetahuan.

Contohnya, produk baju dari merek Italia atau Prancis menjadi boleh dipakai oleh Umat Islam karena merupakan produk hasil dari pengetahuan. Namun, jika baju tersebut diberi gambar yang mewakili ideologi lain selain Islam, seperti salib atau agama lain maka pemakaiannya tidak dibenarkan.

Kartu ucapan sebenarnya boleh dipakai Umat Islam. Jika digunakan untuk hal-hal yang dibenarkan Islam. Namun jika dipakai untuk ikut melakukan perayaan yang bersumber dari ideologi lain selain Islam, maka tidak boleh.

Sejarah valentine banyak dijelaskan bersumber dari keyakinan selain Islam. Dalam The World Book Encyclopedia, asal usul Hari Valentine berawal dari festival Romawi di Roma, yakni Lupercalia.

Perayaan Lupercalia adalah rangkaian 

upacara pensucian di masa Romawi Kuno setiap tanggal 13 hingga 18 Februari. Dua hari pertama, dipersembahkan untuk dewi cinta (queen of feverish love) Juno Februata. Pada hari ini, para pemuda mengundi nama-nama gadis di dalam kotak. Lalu setiap pemuda mengambil nama secara acak dan gadis yang nama nya keluar harus menjadi pasangannya selama setahun untuk senang-senang dan obyek hiburan.

Pada 15 Februari, mereka meminta perlindungan dewa Lupercalia dari gangguan serigala. Selama upacara ini, kaum muda mencambuk orang dengan kulit binatang dan wanita berebut untuk dicambuk karena anggapan cambukan itu akan membuat mereka menjadi lebih subur.

Ketika agama Kristen Katolik masuk Roma, mereka mengadopsi upacara ini dan mewarnainya dengan nuansa Kristiani, antara lain mengganti nama-nama gadis dengan nama-nama Paus atau Pastor. Supaya lebih mendekatkan lagi pada ajaran

Kristen, pada 496 Masehi Paus Gelasius I menjadikan upacara Romawi Kuno ini menjadi Hari Perayaan Gereja dengan nama Sainto Valentine’s Day untuk menghormati Santo Valentine yang kebetulan meninggal pada 14 Februari.

Dari sejarah tersebut, bisa disimpulkan valentine adalah tradisi yang bersumber dari keyakinan selain Islam. Tradisi yang berlainan dengan doa setiap Muslim yang setiap shalatnya meminta agar diberi petunjuk jalan seperti orang-orang yang beriman dahulu.

Allah berfirman dalam surat Alfatihah;

ٱهْدِنَا ٱلصِّرَٰطَ ٱلْمُسْتَقِيمَ

صِرَٰطَ ٱلَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ ٱلْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا ٱلضَّآلِّينَ

 

Artinya: “Tunjukilah kami jalan yang lurus. (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.” (QS. Alfatihah:6-7)…(rplik)

 299 total views,  1 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *