Stipoel Sumbang  Gempa Majene

  • Share

Masyarakat: Kami berterima kasih kepada Stipoel

JAKARTA, Deteksionline.com: Ikatan Alumni Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 130 Jakarta Barat atau yang populer disebut Stipoel, peduli berbagi rasa dengan menyumbang korban gempa Majene, Manuju,  Sulawesi Barat (Sulbar).

Sumbangan berupa uang sebanyak Rp 26 juta, yang terkumpul  dari beberapa angkatan dan sumbangan pribadi tersebut  diberikan Sabtu (6/2/2021).

Penggagas Bansos Stipoel, Bella dan Ismail menyebut ini Bansos pertama yang diberikan kepada pihak eksternal sekolah dan akan terus berlanjut. Ini, kata Bella sesuai dengan misi pendirian Stipoel yang bergerak di bidang sosial.

“Kebetulan ada Alumni Stipoel  yang menjadi Kapolda  Sulbar, Brigjen Eko Budi Sampurno. Kami koordinasi degan beliau,” kata Bella.

panitia Stipoel Peduli

Melalui Kapolda, sumbangan dititipkan kepada Posko Sulbar Darurat, dan sudah disampaikan kepada masyarakat Tapan Bisa, desa Molo dan desa Air Panas.

Kapolda Eko Budi Sampurno mengirimkan video ketika sumbangan tersebut dibagikan. Ada perasaan haru dari masyarakat yang menyampaikan ucapan terima kasih kepada Stipoel.

Kapolda Eko Budi Sampurno pun mengapresiasi donasi yang diberian rekan-rekan sekolahnya dulu. “Saya sangat mengapresiasi inisiasi pemberian Bansos ini,” kata Kapolda.

Seperti diketahui gempa Majene terjadi 14 Januari 2021 lalu dengan magnitudo 5,9 yang terjadi pukul 13.35.49 WIB, menyebabkan 43 orang meniggal dunia.

Gempa ini guncangannya dirasakan hingga jauh di seberang pulau, karena dilaporkan banyak warga di Kabupaten Paser dan Balikpapan di Kalimantan Timur ikut merasakan guncangan gempa Majene.

Gempa dipicu oleh sumber gempa Sesar Naik Mamuju (Mamuju Thrust). Sesar ini di lepas pantai sebagai fold-thrust-belt yang sangat aktif. Hal ini sesuai dengan analisis mekanisme sumber BMKG yang menunjukkan pergerakan naik (thrust fault).

Pusat gempa Majene sangat berdekatan dengan sumber gempa yang memicu tsunami pada 23 Februari 1969 dengan kekuatan 6,9 pada kedalaman 13 Km. Gempa saat itu menyebabkan 64 orang meninggal, 97 orang luka-luka dan 1.287 rumah serta Masjid mengalami kerusakan. Dermaga pelabuhan pecah, timbul tsunami dengan ketinggian 4 meter di Pelattoang dan 1,5 m di Parasanga, dan Palili.

Menurut Bella, yang pernah sukses menyelenggarakan reuni akbar Sipoel 2020 di Ancol, pengumpulan dana prosesnya sangat pendek, karena Stipoel semua angkatan sangat  merespon rencana Bansos.

‘Kami adakan rapat terbatas, dengan protokol kesehatan dan rencana ini kami sampaikan kepada Kapolda yang menyambut baik rencana ini,” ujar Bella.

Bansos eksternal ini pertama kali dilaksanakan, tapi Stipoel sering memberikan santunan kepada anak anak yatim keluarga Stipoel maupun yang masih sekolah di SMPN 130.

“Saya pribadi mengucapkan terima kasih atas kerja keras rekan-rekan. Semoga ini menjadi amal ibadah kita,” tutup Bella.

penulis: Hendra Usmaya

 

 

 

 

 188 total views,  1 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *