Ponpes Salafi Al Jauhariah adalah Korban Terparah Banjir Limbah B3

  • Share

Serang, deteksionline.com– Banjir dari luapan Sungai Cidurian Cibereum Cikande Kabupaten Serang sangat berdampak sekali kepada Santri- Santri dan Pengasuh Pondok Pasanteren Salafi Al Jauhariah.

Pasalnya, luapan Sungai Cidurian itu selain menyebabkan banjir, Air luapan itu membawa limbah B3 yang diduga berasal dari beberapa perusahaan di wilayah Kecamatan Cikande Kabupaten Serang

Akibatnya, Pasanteren dan pekarangannya dipenuhi sisa-sisa limbah B3 yang bisa menyebabkan kulit Santri-Santri menjadi gatal dan merah serta tanaman yang ada dipekarangan menjadi mati akibat limbah B3.

Setelah Air agak surut, deteksionile.com mendatangi Ponpes menemui Ustad Ade Kurniawan untuk melakukan konfirmasi terkait dampak dari pada banjir yang membawa limbah B3, Rabu (10/2).

“.Selama 6 Tahun kebelakang, kondisi yang sering kami alami pada saat banjir datang dan usai banjir beberapa bangunan cepat lapuk karena sering banjir, sudah 6 tahun belakangan kadang 4 sampe 6 kali dalam setahun kena banjir, dan parahnya
banjir bercampur limbah B3 diduga berasal dari pabrik Pt. Frans Putra Texstil”, ujar Ustad Ade.

Lanjut Ustad Ade, berkali kali utusan perusahaan datang namun janji janji doang yang kami terima, jangankan bantuan berupa pengobatan, bantuan lain juga tidak ada.

“Katanya mau di urug lah mau di betulin lah tapi sampai saat ini belum pernah ada realisasi dari perusahaan”, terang Ustad

Sementara itu saat hal tersebut dipertanyakan mengenai amdalnya, pihak Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Serang melalui Budi belum bisa menjelaskan bagaimana bisa keluar izin Amdalnya kalau warga sekitar masih mengalami hal-hal buruk seperti itu.

“Saya sedang di Tanara, tadi pagi belum komunikasi dengan staf yang ke lapangan”, pesan Budi.

Perlu di ketahui aktivitas keagamaan di Ponpes Salafi semenjak banjir melanda pasanterennya lumpuh total termasuk pengajian Ibu- Ibu sekitar lokasi pasanteren.

Parahnya lagi menurut pengakuan pengasuh pasanteren, Santri di pasanteren belum mendapatkan bantuan sembako baik dari pemerintah maupun perusahaan tekstil di sekitar lokasi…(dayat)

 391 total views,  1 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *