LSM Gebrak Babel Juga Mendukung APH Melakukan Penyelidikan Terhadap Proyek Tanggul Sheet Pile Sungai Selan

  • Share

Koba, deteksionline.com – Selain Ketua LSM AMAK Babel Hadi Susilo, LSM Gebrak Babel juga sangat mendukung kalau Aparat Penegak Hukum (APH) melakukan penyelidikan terhadap permasalahan proyek Tanggul Sheet Pile Sungai Selan Kabupaten Bangka Tengah.

Pasalnya menurut Ketua LSM Gebrak Babel Suherman Saleh, proyek Tanggul Sheet Pile yang kabarnya produk Polandia itu banyak dikeluhkan oleh warga Sungai Selan Kabupaten Bangka Tengah.

Berdasarkan pantauan Gebrak Babel Senin (1/2) hasil pengerjaan proyek tersebut asal jadi, di samping banyak retakan di beberapa bagian, pondasi tanggulnya pun ada yang jebol. Sedangkan ancor (jangkar) dudukan skor penahan dinding, sebagian tak terhubung dengan pondasi lembar tumpukan sementara sebagian lainnya terlihat terhubung “, terangnya, Selasa (2/2).

Ia menambahkan, bentuk fisik bangunan Tanggul terlihat tidak rapi, bentuk fisik Tanggul terlihat seperti ular yang besar, yang meliuk-liuk tanpa beraturan layaknya Tanggul di daerah lain yang tersusun rapi dan bagus.

“Lihatlah bentuk fisik Tanggul seperti ular besar yang meliuk-liuk, padahal Tanggul serupa yang bahannya dari Sheet Pile diluar daerah.

Kemudian, Suherman Saleh mengungkapkan, selain untuk menahan banjir, tujuan utama pemasangan Sheet Pile ini adalah untuk menahan tanah agar tidak longsor beban beban yang bekerja dan sebagai optimalisasi penggunaan lahan yang tersedia di sekitar tempat pemasangan sheet pile tersebut.

“Untuk menghindari longsornya tanah dalam konstruksi sipil dibutuhkanlah sheet pile. Contohnya saat ada pekerjaan pada lereng pinggir Sungai, maka pemasangan sheet pile adalah sebuah kewajiban karena kekuatan tanah dikhawatirkan tidak dapat memikul beban kerja yang terjadi”, ungkapnya.

Selain itu Suherman mengungkapkan Sheet Pile adalah sebuah struktur yang didesain dan dibangun untuk menahan tekanan lateral (horizontal) tanah. Tekanan tanah lateral di belakang dinding penahan tanah, geser untuk geser dalam tanah dan kohesi yang menarik antara partikel tanah.

“Tekanan lateral tersebut bekerja dari atas sampai ke bagian paling bawah pada dinding penahan tanah. Apabila proyek pemasangan Sheet Pile ini tidak direncanakan dengan baik, maka tekanan tanah dapat mendorong konstruksi Sheet Pile sehingga menyebabkan konstruksi dan kelongsoran, kalau gagal berarti bisa disebut proyek gagal atau proyek yang tidak ada manfaatnya. Kalau sebuah proyek tidak ada manfaatnya, bisa dikatakan sebagai proyek yang Total Lost, artinya kerugian itu bernilai nilai nilai pagu dana proyek tersebut “, tuturnya.

Untuk diketahui, proyek Talud Sheet Pile Sungai Selan Bangka Tengah dikerjakan oleh kontraktor CV. Serumpun Sebalai Sejahtera yang beralamat di Jalan Masjid Jamik Ruko Gang Singapura Pangkalpinang, waktu pelaksanaannya 120 hari kalender dimulai pada 29 Juli 2019, namun setelah tetap bekerja pada Tahun 2020 karena tidak selesai sesuai perencanaan.

Dana proyek tersebut bersumber dari dana APBN tahun 2019 dengan nilai kontrak Rp 6.565.567.000,00 dalam nomor kontrak kerja: 690 / 20a / SPK / PPK.SDA / APBD / 2019, sebagai Konsultan Supervisi CV Demensia Arch serta dikawal tim TP4D Kejaksaan Negeri Bangka Tengah … (tim)

 370 total views,  1 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *