Kasus Mega Korupsi BRI Pangkalpinang, Ketua Komisi 3 DPRD Kab Bangka : Saya Tidak Terima Kalau dijadikan Tersangka

  • Share
  1. Bangka, deteksionline.com-Setelah namanya terseret dalam pusaran kasus dugaan tindak pidana korupsi perbankkan BRI Pangkalpinang yang sedang disidik oleh Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung, R Ketua Komisi 3 DPRD Kabupaten Bangka mengaku pasrah dan siap melawan kalau dijadikan tersangka oleh Kejaksaan.

” Saya akan pasrah kalau dijadikan tersangka, namun hal itu tidak bisa sya terima karena saya korban penipuan Aloy, saya hanya menerima Rp 250 jt dari jumlah 2 milyar itu”, kata R kepada Deteksi Online, Kamis (28/1) di sebuah kafe di Sungailiat.

Kemudian, menurut R kedua rumahnya sudah disita penyidik dan satu rumah adalah rumah milik Ibunya.

” Rumah yang dijadikan agunan itu satunya milik Ibu saya, dimana saat ini Ibu saya sedang sakit, coba bayangkan saja kalau mau dijadikan tersangka”, sebut R kembali dengan kesal.

Berikut pengakuan polos kepada Deteksi Online, Kamis (29/1) di sebuah Kafe di Sungailiat Kabupaten Bangka.

Awalnya rombongan Aloy datang ketempatnya di Belinyu mau meminjam Sertifikat rumah untuk digadaikan di BRI Pangkalpinang.

Setelah cerita panjang lebar, ahirnya R menyetujui Aloy meminjamkan Sertifikat rumahnya dan Sertifikat rumah Orang Tuanya untuk digadaikan di BRI, dengan syarat dari pinjaman itu R mendapat bagian 500 Juta Rupiah.

Namun setelah cair, R mengaku kaget, pasalnya Aloy memalsukan tanda-tangannya dan pinjaman atas nama R menjadi 2 Milyar Rupiah.

Lebih parah lagi, dari pinjaman di BRI yang berjumlah 2 Milyar Rupiah itu, R mengaku hanya 250 Juta Rupiah.

Alasan Aloy cs, 250 Juta itu untuk komisi kesana kesini, namun Aloy tidak menjelaskan siapa saja yang “tersiram” dari dana komisi 250 Juta Rupiah tersebut.

Kemudian, terkait pembayaran, R mengaku selama ini hanya membayar bunganya karena itu atas perintah Aloy dan perintah dari BRI Pangkalpinang, namun R tidak menyebut siapa oknum yang memerintahkan itu.

R juga mengaku sudah 2 kali diperiksa oleh Penyidik Tipikor Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung, keduanya oleh Penyidik Perempuan, yang satunya Penyidik itu sedang hamil, kemungkinan sekarang sudah melahirkan.

Selanjutnya R mengaku pasrah, R tidak tahu apakah akan menjadi tersangka ataupun ada keputusan yang lain, sekarang R sudah menyerahkan semuanya kepada Yang Maha Kuasa, apa yang baik untuk dirinya.

Diketahui, dari 6 tersangka kasus Mega korupsi BRI Pangkalpinang itu semuanya sudah ditahan pihak Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung.

Sementara itu Pemerhati korupsi di Bangka Belitung Dr Marshal Imar Pratama menyimpulkan, masih ada pejabat BRI Pangkalpinang yang diduga terlibat, saat ini terpantau pihak Kejaksaan Tinggi Babel hanya menyentuh lapisan bawah, belum lapisan elit.

“Sangat menarik mengikuti perkembangan penyidikan perkara korupsi di BRI ini. Pasalnya pejabat BRI yang dijadikan tersangka baru lapisan bawah,” kata pemerhati Korupsi Marshal Imar Pratama, Senin (25/1)…..( tim)

 897 total views,  1 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *