Gasak Uang Korban Hingga Ratusan Juta,  Pecatan Anggota Polri Di Cokok Polda Metro

  • Share

JAKARTA,Deteksionline.com Tipu korban hingga ratusan juta rupiah, Polda Metro Jaya ciduk pecatan anggota Polri berpangkat Briptu.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol, Yusri Yunus mengatakan, untuk meyakinkan korban, tersangka RMF mengaku jika dirinya adalah seorang anggota polisi aktif yang saat ini tengah berdinas di Mabes Polri, berpangkat Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP).

Bahkan, korban dijanjikan pelaku bisa meminjamkan uang senilai Rp 3 Milyar, dengan alasan memiliki jaringan sampai ke Bank Dunia, dengan syarat korban harus memiliki agunan berupa sertifikat.

“Saat itu korban, S tidak memiliki sertifikat, namun korban ingin dan butuh meminjam uang senilai 3 M tersebut. Dengan celah itulah pelaku menawarkan kepada korban untuk bisa memiliki sertifikat, tapi sertifikat apartemen,” Kata Yusri saat menggelar press release di Mapolda Metro Jaya, Kamus, (28/01/2021).

Tak sampai disitu saja, pelaku kembali merayu korban bahwa ada Apartemen Basura City
seharga Rp 700 juta. Bahkan, untuk mendapatkan Apartemen tersebut, korban  cukup membayar DP Rp 150 saja. Nantinya, dengan surat bukti pembayaran DP Rp150 juta ini, dijadikan sebagai dokumen-dokumen agunan untuk bisa mencairkan dana senilai Rp 3 miliar rupiah tersebut.

Alhasil, korban pun bersedia dan mencicil beberapa kali pembayaran, sampai genap Rp140 juta rupiah. Kemudian uang hasil kejahatan itu digunakan pelaku  membelikan kendaraan bermotor, dan mobil. Hingga waktu yang dijanjikan pelaku terhdap korban untuk mencairkan dana 3 M itu tak kunjung tiba.

“Akhirnya, pada tanggal 21 Januari 2021 korban S melaporkan ke Polda Metro Jaya,” terang Yusri.

Tak membutuhkan waktu lama hanya membutuhkan waktu dua hari saja, Polda Metro Jaya melalui Subdit 3 Resmob Ditreskrimsus PMJ, menagkap pelaku di Kantor Auto 2000 Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jum’at 22 Januari 2021 lalu.

Ketika dilakukan penggeledahan di rumah pelaku, petugas lanjut Yusri ditemukan seragam anggota Polri. Pelaku mengku, dengan bermodal seragam Polri itulah, dapat mempermudah pelaku meyakinkan korban saat melakukan aksi penipuan.

“Dia (pelaku) adalah pengangguran. Ini kita masih proses yang bersangkutan. Hingga kini,  kami masih mendalami apakah ada korban korban lain . karena menurut keterangan korban ini dia sangat pintar sekali untuk bisa merayu korban dengan akalnya dia,” terang Yusri.

Atas perbuatannya, tersangka di jerat dengan Pasal 378 KUHP dan atau pasal 372 KUHP, dengan ancaman hukuman penjara paling lama 4 (empat) tahun.

(Gomes)

 191 total views,  1 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *