Pemerhati Korupsi Dr Marshal ; Kasus Dugaan Korupsi Pembiayaan Ubi Casesa Diduga Menyeret Nama Pejabat

  • Share

Babel, deteksionline.com-Viralnya Dua kasus dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) yang saat ini tengah ditangani Polda Bangka Belitung (Babel), mendapat perhatian khusus dari Pemerhati Korupsi Bangka Belitung Dr Marshal Imar Pratama.

KEDUA kasus yang mendapat perhatian publik itu adalah dugaan manipulasi kadar timah (SN) yang diduga menyeret pejabat laboratorim PT Timah bersama 6 mitra PT Timah.

Kemudian soal kasus pembiayaan petani Ubi Casesa dari PT BPRS (Bank Pembiayaan Rakyat Syariah) Bangka Belitung diduga menyeret nama salah Satu Pejabat di Bangka Belitung.

Marshal menyatakan, adalah sangat ditunggu hasil kinerja dan produktivitas penyidik di Subdit Tipikor Direktorat Krimsus Polda Babel.

”Ini kan sudah hampir sebulan penyidikan, jadi kita sangat menunggu munculnya nama tersangka. Publik tentu sangat menunggu itu, apalagi tersangkanya seorang pejabat”, ungkap Marshal, Kamis (22/10/2020).

Dikatakannya, penetapan status penyelidikan ke penyidikan dalam 2 perkara ini sangat mendapat apresiasi publik. Dengan begitu, kepastian hukum ke arah yang serius dan sesuai harapan publik kian terang.

“Tentunya dengan naiknya status ke penyidikan menjadi titik terang menuju ke arah penetapan tersangka.

Penetapan tersangka ini, jangan sampai memakan waktu yang lama, mengingat demi adanya kepastian hukum atas terduga pelaku yang harus bertanggung jawab atas perkara ini,” harap Marshal.

Terkait dengan perkara dugaan manipulasi kadar SN dikatakan calon Doktor Ekonomi Universitas Borobudur Jakarta, bukan lagi rahasia publik. Terutama di internal PT Timah itu sendiri. Dimana terduga pelaku sendiri telah dilakukan pemecatan.

Demikian juga dengan perkara petani ubi kasesa itu, dikatakan Marshal merupakan temuan otoritas jasa keuangan (OJK). Sehingga tidak terlalu sulit bagi penyidik untuk meneruskan dan mendalaminya.

Demikian juga dengan konstruksi perkara mulai dari sumberdana, beberapa lembaga keuangan diduga terkait hingga sampai terjadinya fiktif atas pabrik ubi itu sendiri.

“Ke 2 perkara itu tidak lagi perlu mencari benang merah hingga ke dalam jerami lagi. Tinggal sentuhan penegakan hukum saja, karena tabir gelapnya sudah tersingkap terang. Maka dari itu kita berharap penyidik Polda dapat segera menetapkan tersangka serta siapa pihak yang harus bertanggung jawab sudah diduga-duga,” ujarnya…(red/ez)

 414 total views,  1 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *