Terkait Usulan Kenaikan Tunjangan Perumahan DPRD Babel, Herman Suhadi : Sesuaikan dengan KKD

  • Share

Babel, deteksionline.com– Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Bangka Belitung Herman Suhadi mengatakan terkait permasalahan adanya usulan kenaikan tunjangan Perumahan untuk anggota DPRD Babel pada anggaran 2021, semestinya usulan itu disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah (KKD), jangan asal mengusulkan.

” Sesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah (KKD) dan sesuaikan dengan Azaz kepatutan dan kewajaran kalau KKD tidak mampu dan dipandang tidak patut dan tidak wajar saya pikir sebaiknya jangan di lakukan atau di tunda sampai dengan KKD memungkinkan untuk itu”, jelas Ketua Fraksi PDI Perjuangan ini, saat ditanya terkait usulan kenaikan tunjangan rumah, Minggu (23/1).

Sebelumnya telah diberitakan, Sekretaris DPRD Provinsi Bangka Belitung M Haris menjawab enteng seolah-olah tidak ada beban sewaktu ditanya terkait permasalahan usulan kenaikan tunjangan perumahan untuk para anggota DPRD Provinsi Bangka Belitung yang diusulkan di anggaran 2021 ini.

“Terkait hal tersebut, baru wacana saja, belum ada keputusan apapun terkait hal tersebut”, jawab M Haris sewaktu dikonfirmasi Deteksi Online, Sabtu (22/1) melalui pesan whats app.

Padahal, pengajuan penambahan anggaran untuk tunjangan perumahan anggota DPRD Provinsi Bangka Belitung merupakan  usulan yang keliru dan sangat memberatkan, apalagi saat ini Pemerintah Provinsi Bangka Belitung sedang dalam defisit anggaran.

Anggota DPD RI Alexander dan kalangan LSM di Babel mempertanyakan hal itu karena saat ini Pemerintah Provinsi Bangka Belitung mempertanyakan hal tersebut.

LSM Gebrak Babel melalui Suherman Saleh mengatakan, usulan kenaikan tunjangan perumahan untuk anggota DPRD Babel merupakan usulan yang keliru karena saat ini Pemerintah Provinsi Bangka Belitung sedang dalam defisit anggaran dan pandemi Corona semakin ganas.

” Saya mendapatkan informasi bahwa dalam pertemuan tertutup pihak DPRD Babel dengan Gubernur Erzaldi Rosman beberapa waktu yang lalu, ada usulan dari DPRD Provinsi Babel yang meminta dan merasa sangat perlu untuk menaikkan tunjangan rumah mereka”, kata Suherman Saleh saat diminta tanggapannya terkait informasi usulan kenaikan tunjangan rumah anggota DPRD Babel, Rabu (20/1).

Lanjut Suherman, saat ini pandemi Corona semakin mengganas di Provinsi Bangka Belitung, jumlah warga Babel yang terpapar Corona semakin banyak, belum lagi informasinya biaya vaksin bakal ditanggung daerah.

” Pandemi Corona semakin mengganas di Babel, jumlah warga yang terpapar Corona semakin bertambah banyak, apalagi kalau biaya vaksin ditanggung oleh daerah, belum lagi keuangan daerah semakin sulit, apa usulan itu tidak salah dalam keadaan seperti ini”, ujarnya.

Padahal, tunjangan perumahan anggota DPRD Babel saat ini adalah Rp 11.900.000 setiap bulannya. Itu di luar gaji dan tunjangan lainnya. Setiap anggota dewan juga mendapat uang transportasi sebesar Rp 13 juta per bulan. Untuk pimpinan DPRD nilainya lebih tinggi lagi.

” Mereka sudah menerima tunjangan perumahan yang besar setiap bulannya, mereka menerima Rp 11.900.000 per bulannya, belum lagi tunjangan transportasi sebesar Rp 13.000.000 perbulannya. Saya tidak habis pikir mereka masih mengusulkan kenaikan tunjangan rumah, apa mereka tidak merasa kasihan sama rakyat Babel, padahal anggota dewan merupakan wakil rakyat”, ungkap Suherman juga.. (vina)

 172 total views,  1 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *