Yudas Sabaggalet: Kemajuan Kabupaten Mentawai Tidak Lepas Daripada Peran Serta Partai PDIP

  • Share

Mentawai, deteksionline.com– Bupati Kabupaten Kepulauan Mentawai Yudas Sabaggalet merasa bangga dengan kemajuan pembangunan di Kabupaten Kepulauan Mentawai Provinsi Sumatera Barat.

Rasa bangganya Yudas Sabaggalet diungkapkannya saat Deteksi Online bertamu keruangan kerjanya, Kamis (21/1) di Kantor Bupati Kabupaten Kepulauan Mentawai.

” Sudah 48 Tahun Partai PDI Perjuangan mengabdi untuk masyarakat Kepulauan Mentawai, sudah banyak karya-karyanya dan sejarah yang tidak boleh dilupakan”, ungkap Yudas.

Kalau saya melihat PDI Perjuangan yang pertama dari sudut sejarah pemekaran Kabupaten Kepulauan Mentawai ini terjadi di tangan Ibu Megawati Sukarno putri, ingat .. tidak bisa di lupakan waktu ibu Mega Presisden RI, Pulau Mentawai jadi pemekaran.

Berdasarkan UU no. 49 tahun 1999 tentang pembentukan Kabupaten Kepulauan Mentawai pada Oktober 1999, maka daerah Kepulauan Mentawai secara resmi lepas dari Kabupaten Padang Pariaman.

“Artinya pemekaran Kabupaten Mentawai menjadi Kabupaten bukan sesuatu hal yang gampang, dan bukan hadiah Pemerintah Daerah atau Pusat, tetapi perjuangan yang harus diperjuangkan secara politis melalui perjuangan tokoh-tokoh masyarakat Mentawai waktu itu, demo kemana – mana di Padang – Jakarta “, lanjut Yudas yang pernah menjabat Anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Mentawai 1 priode.

Yudas melanjutkan, saat itu Adek – adek mahasiswa asal Kabupaten Mentawai berjuang agar menjadi Kabupaten sendiri dan yang sama dirasakan masyarakat Kepulauan Mentawai sampai sekarang.

” Saat itu Ibu Mega itu Presiden RI, sesuatu yang relevan saat itu maka di berikanlah disahkanlah, di keluarkanlah, di setujuilah, undang undangnya walaupun itu pengajuannya sejak zamannya Pressiden RI, H.BJ. Habibie sudah mulai waktu itu”, terangnya.

Tetapi PDI Perjuangan di Mentawai cocok karena cara pandang masyarakat Kepulauan Mentawia itu orangnya nasionalis, karena di Mentawai itu cocok nasionalis, nasionalis itu pengertian bukan saja cinta tanah air, nasionalis itu artinya perbedaan perbedaan itu di akomodir jangan disangka di PDI Perjuangan tidak ada perbedaan, perbedaan tidak, di PDIP tidak bicara mayorita, minoritas di PDI perjuangan itu kita bicara, kemampuan semua bisa, berprestasi di PDI perjuangan, bisa jadi Menteri, bisa jadi Pemimpin, bukan karena dia latar belakang ras.

“Sikap – sikap itu cocok untuk Kepulauan Mentawai yang tipe terbuka orangnya welcome, respect sejarah dan respect idiologi cocok untuk Kepulauan Mentawai. Dan sekarang kita melihat soal pembangunan,pembangunan itu juga kita harus dipertimbangkan, saya membuat Trans Mentawai itu ketika pak Jokowi menjadi presiden RI, baru masyarakat Kepulauan Mentawai merasakan pembangunan Insfraktuktur, sebelum Pak Jokowi menjadi presiden anggaran pembangunan juga sulit”, kata Yudas menambahkan.

Kemudian Yudas menerangkan, mulai dilantik menjadi Bupati Kepulauan Mentawai Tahun 2012, setahun setelah menjabat Bupati 2013, sudah menggagas Trans Mentawai, dan sangat sulit nya setengah mati.

“Ketika 2014 pak Jokowi jabat Presiden, saya menggagaskan Trans Mentawai, coba lihat sekarang mana ada seperti dulu, artinya sekali lagi ada kecocokan, belum lagi bicara soal pendidikan, dulu 6 SMPN saja sekarang 23-24 SMPN, dan SMA ada hanya 6, saja, sekarang SMA – SMK, sudah ada 12 SMA / SMK”, sebut Yudas.

Selanjutnya soal kesehatan, Puskesmas dulu hanya 4, sekarang Puskesmas 15 , Pustu 39 Poskesdes 90 Polindes 40 tambah 1 RSUD, dan instalasi Farmasi . di Kepulauan Mentawai ada di RSUD,, jadi itu maksud saya karya – karya PDI Perjuangan, selama 4 periode memimpin Kepulauan Mentawai sudah terbukti.

“Hanya orang tidak mengerti saja yang tidak mengakui keberhasilan PDI Perjuangan di Kepulauan Mentawai, bahwasanya kekurangan yang masih ada kita benahi sudah pasti”, tutur Yudas Sabaggalet pernah 1 periode DPRD, sekali wakil bupati, dan 2 periode Bupati Kepulauan Mentawai.

Namun saat ditanyakan terkait pelebaran jalan lagi, Yudas mengatakan itu soal teknis dan tidak ada hubungan dengan PDI Perjuangan

” Tidak ada hubungan dengan PDI perjuangan, itu soal teknis kerja mengapa kita membuka lebar jalan , supaya kita tidak dua kali menyelesaikan sama masyarakat , ketika kita membuka jalan 6 meter lalu setelah berkembang ekonomi, sisa 6 meter itu orang buat rumah dan ketika kita pelebaran kembali sudah sulit pak pelebaran ulang coba lihat lah disini tapi jauh hari kita buka 12 meter, sehingga kita tidak kerja dua kali,siapapun bupatinya besok, tidak apa – apa, supaya kita tidak kerja dua kali itu strategi dan kalau kita buat hanya 6 meter saja nanti orang ramai buat rumah di sepanjang jalan”, kata Yudas…(delau)

 456 total views,  1 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *