Walikota Pangkalpinang Maulan Aklil Sudah Siap Untuk di Vaksin Covid-19 Perdana

  • Share

Pangkalpinang, Deteksionline. Vaksinasi Covid-19 Sinovac serentak se Indonesia telah dimulai 13 Januari 2021 ditandai Presiden RI Jokowidodo disuntik vaksin pertama.

Walikota Pangkalpinang Maulan Aklil pun menyatakan sudah siap untuk divaksin perdana di kota yang dipimpinnya sudah berjalan tiga tahun ini

Rencananya Molen dan unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Pangkalpinang akan disuntik vaksin Sinovac esok hari, Jumat (15/1/2021).

“Tadi kami bersama-sama Forkopimda barusan melaksanakan general chek up, mohon doanya besok (Jumat, red) kami akan divaksin pertama sekali,” ujar Molen usai menyerahkan BST Tahun 2021 kepada warganya terdampak pandemi corona.

Dengan lebih dulu atau perdana disuntik vaksin di Kota Beribu Senyuman tersebut, menurut mantan Pj Bupati OKU itu, agar masyarakat yakin bahwa vaksin ini aman masuk ke dalam tubuh.

“Kami sebagai pimpinan siap untuk menjadi yang pertama. Artinya covid-19 ini bukan sesuatu yang kita takutkan tetapi tetap waspada,” tegasnya.

Diadakannya Vaksin Sinovac, lanjut suami Monica Haprinda ini, bahwa pemerintah sudah berfikir sangat sistematis.

Semuanya sudah direncanakan dengan baik. Vaksin itu sudah dinyatakan halal oleh MUI dan mendapat persetujuan BPOM. Terlebih Presiden Jokowi langsung yang pertama kali divaksin.

Dia pun berpesan kepada masyarakatnya tidak perlu takut lagi tetap beraktivitas dengan menerapkan protokol kesehatan standar covid-19.

Diakuinya, beberapa waktu lalu di kota ini sempat berkembang dari sebuah pernyataan bahwa Kota Pangkalpinang masuk zona hitam. Status zona hitam tersebut disebut Molen adalah informasi tidak benar alias hoax.

Akibat hoax Pangkalpinang Zona Hitam pandemi corona, diakui Molen sejumlah tempat pusat perdagangan langsung melandai.

Pendapatan pedagang merosot tajam dari hari-hari sebelumnya di masa new normal sudah beberapa bulan belakangan ini.

“Hoax ini sangat merusak tatanan Pangkalpinang khususnya pedagang di Alun-Alum Taman Merdeka. Biasanya minimal pendapatan pedagang mencapai Rp 200 ribu per hari sekarang Rp 50.000 pun agak susah,” tandasnya.

Demikian pula di lokasi lain, seperti pedagang di Taman Dealova yang tadinya ramai menjadi sepi. Kawasan BTC (Bangka Trade Center) sempat sepi gara-gara hoax tersebut.

“Masyarakat jadi resah dan takut. Saya tegaskan jangan mudah percaya oleh hoax ini. Kalau ada apa-apa tanyakan langsung kepada orang-orang yang berkompeten di bidangnya atau pun pemerintah. Intinya tetap waspada dengan cara selalu menerapkan protokol kesehatan,” Molen memungkasi.

 366 total views,  1 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *