Presiden Serahkan Nama Calon Kapolri Tunggal, DPR: Calon Kapolri Harus Memenuhi Syarat

  • Share

JAKARTA,Deteksionline.com – Presiden Joko Widodo, akhirnya menyodorkan satu nama calon tunggal pengganti Kapolri Jenderal Idham Aziz kepada Ketua Umum Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI), Puan Maharani.

Melalui Surpres bernomor: R-02/Pres/01/2021 itu, nama Kepala Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri, Komjen Pol, Listyo Sigit Prabowo keluar sebagai calon tunggal Kapolri, untuk menggantikan Jenderal Idham Aziz, yang bakal pensiun di awal bulan Februari 2021 mendatang.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Puan Maharani menegaskan, meskipun Kapolri diangkat dan diberhentikan Presiden dengan persetujuan DPR RI berlandaskan ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian RI, tentunya DPR selalu memperhatikan berbagai aspek dan dimensi yang dapat memberi keyakinan, bahwa calon Kapolri yang diusulkan harus memenuhi persyaratan.

“Proses pemberian persetujuan, akan dilakukan sesuai mekanisme internal DPR,” kata ketua DPR RI, Puan Maharani, usai menerima Surpres bernomor: R-02/Pres/01/2021 dari Menteri Sekretaris Negara Pratikno, di Gedung Senayan, Jakarta, Rabu (13/1/2021).

Tak hanya itu saja, dalam mekanisme internal DPR yang dimaksud Puan itu, adalah didahului dengan Rapat Pimpinan, Rapat Badan Musyawarah, pemberitahuan tentang masuknya Surat Presiden tentang Pencalonan Kapolri serta penugasan Komisi terkait, yaitu Komisi III, untuk melakukan fit and proper test.

“Hasil fit and proper test di Komisi III akan kembali dibawa dalam Rapat Paripurna untuk mendapatkan persetujuan Dewan. Proses ini akan ditempuh selama 20 (dua puluh) hari, terhitung sejak tanggal surat Presiden diterima oleh Dewan Perwakilan Rakyat,” terangnya.

Mantan ketua komisi III DPR RI itu mejelaskan, bahwa DPR RI akan menjalankan seluruhnya, sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan dan mekanisme yang berlaku hingga diketahui apakah Kapolri yang diusulkan Presiden mendapat persetujuan DPR.

Sebab, peran institusi Kepolisian RI beber Puan, sangat penting dalam pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, penegakan hukum, perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.

“Sehingga, kepemimpinan Polri sangatlah penting dalam mengarahkan, membawa dan membangun institusi Kepolisian RI yang semakin maju, modern, dan berwibawa,” tambahnya.

Puan berhrap kedepannya, Polri dapat meningkatkan profesionalitas personel, pelayanan publik yang semakin baik, serta rasa aman di dalam masyarakat.

“Setiap momentum pergantian Kapolri akan selalu disertai dengan harapan rakyat agar Polri dapat mewujudkan dirinya sebagai lembaga yang memiliki integritas dalam mengayomi rakyat,” tutupnya.

Sebelumnya, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI menerima Surat Presiden tentang nama calon Kepala Kepolisian Republik Indonesia. Surpres bernomor: R-02/Pres/01/2021 tersebut disampaikan Menteri Sekretaris Negara Pratikno kepada Ketua DPR RI Puan Maharani, di Gedung Parlemen, Jakarta, Rabu (13/1/2021).

“Pada hari ini, Presiden Joko Widodo telah menyampaikan usulan Pejabat Kapolri kepada DPR RI, atas nama Komjen Pol, Listyo Sigit Prabowo, untuk mendapatkan persetujuan DPR,” kata Puan.

Mensesneg Pratikno tiba di Gedung Parlemen sekira pukul 10.45 WIB. Adapun Puan didampingi Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, Rachmat Gobel, dan Aziz Syamsudin, saat menerima Surpres tersebut.

“Pergantian Kapolri saat ini adalah mengikuti siklus masa jabatan yang telah berakhir dan dengan demikian perlu diangkat Kapolri yang baru,” kata Puan.

(Gomes).

 307 total views,  1 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *