Posko Angkutan Nataru Ditutup, Jumlah Penumpang Angkutan Menurun

  • Share

JAKARTA.Deteksionline.com–Terjadi penurunan jumlah penumpang angkutan di semua moda transportasi pada penyelenggaraan Angkutan Natal dan Tahun Baru 2020/2021. Penurunan jumlah penumpang ini, merupakan bentuk kesadaran dari masyarakat untuk tidak bepergian dan tetap menjaga protokol kesehatan selama pandemi Covid-19.

“Pada tahun ini terjadi penurunan jumlah penumpang angkutan di semua moda transportasi. Hal ini memang secara sistematis kita kehendaki. Di satu sisi memang banyak masyarakat yang tidak bepergian dan pulang ke kampung, dan kami juga sudah sampaikan imbauan kepada masyarkat untuk tetap di rumah,” kata Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi saat menutup Posko Tingkat Nasional Angkutan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 di Jakarta, Selasa (5/1).

Berdasarkan data yang dihimpun dari Posko Nataru dari tanggal 18 Desember 2020 hingga 4 Januari 2021 (H-7 s.d. H+9), terjadi penurunan jumlah penumpang jika dibandingkan dengan penyelenggaraan Angkutan Nataru Tahun lalu dengan periode yang sama. Pada angkutan bus turun, terdapat penurunan jumlah penumpang sebanyak 59,87% yaitu dari 2.127.971 penumpang menjadi 853.970 penumpang.

Pada angkutan penyeberangan, terdapat penurunan jumlah penumpang sebanyak 47,87% yaitu dari 3.063.561 penumpang menjadi 1.596.915 penumpang. Kemudian, pada angkutan udara, terdapat penurunan jumlah penumpang sebanyak 42,30% dari 3.602.821 penumpang menjadi 2.078.764 penumpang.

Sementara, pada angkutan laut terdapat penurunan jumlah penumpang sebanyak 62,80% dari 1.380.422 penumpang menjadi 513.503 penumpang. Sedangkan pada angkutan kereta api terdapat penurunan jumlah penumpang sebanyak 83,83% dari 3.495.773 penumpang menjadi 565.414 penumpang.

Menhub menegaskan, penurunan jumlah penumpang angkutan Natal dan Tahun Baru 2020/2021 ini bukan berarti prestasi dari sektor transportasi menurun, tetapi ini merupakan bentuk kesadaran dari masyarakat untuk tidak bepergian dan tetap menjaga protokol kesehatan. “Kami mengapresiasi kesadaran dari masyarakat,” ujarnya.

Menhub menyampaikan, untuk mencegah penularan Covid-19 di sektor transportasi, Kemenhub telah menindaklanjuti Surat Edaran dari Satgas Penanganan Covid-19 dengan memberlakukan sejumlah aturan yang ketat terkait protokol kesehatan seperti, kewajiban melakukan Rapid Test Antigen maupun PCR Test di beberapa daerah tujuan. Selain itu juga melakukan pengecekan Rapid Tes Antigen secara acak di simpul-simpul transportasi.

“Kami bersama stakeholder transportasi telah melakukan pengawasan persyaratan Rapid Test Antigen secara intensif di sektor udara dan kereta api, serta secara acak kami lakukan juga pengetesan Rapid Test Antigen di darat dan laut,” ujar Menhub.

Menhub juga menyampaikan apresiasi kepada Korlantas Polri yang berupaya menjaga kelancaran arus lalu lintas dengan melakuakn rekayasa lalu lintas seperti system One Way, contraflow di sejumlah ruas tol. Menhub juga mengapresiasi penurunan jumlah angka kecelakaan lalu lintas yang signifikan pada angkutan Nataru tahun ini. (Imd).

 270 total views,  1 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *