Selain Dipastikan Molor, Proyek BPBD Embung Desa Saing Senilai 4 Milyar, Dikerjakan Diduga Tidak Sesuai RAB

  • Share

Pangkalpinang, deteksionline.com- Selain dipastikan molor, proyek pembangunan Embung Desa Saing Kabupaten Bangka milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Bangka Belitung yang berlokasi di Desa Saing Kabupaten Bangka yang diduga tidak sesuai RAB.

Hal itu diketahui berdasarkan pantauan Deteksi Online, Sabtu (26/12/2020), realisasi progres pekerjaan kurang 90%, sementara waktu pelaksanaan masih tinggal 3 hari lagi sampai Tanggal 29 Desember 2020.

Namun setelah diamati dari jarak dekat, Deteksi Online menemukan Peralatan yang digunakan itu tidak sesuai dengan apa yang terlihat di Dokumen RAB, dimana didalam RAB itu terlihat untuk Perakatan Excavator minimal Tahun 2015.

“Terlihat dilapangan, Peralatan Excavator digunakan dibawah Tahun 2015”, Akui Heri Sekretaris LSM Gebrak Babel.

Saat hal itu ditanyakan kepada beberapa pekerja dilapangan, mereka mengakui tidak mengetahuinya karena mereka mengaku hanya pekerja.

“Maaf pak, kami disini hanya pekerja, kami tidak tahu apa-apa, apa ada dilapangan, yang kami pergunakan”, kata Asep (bukan nama sebenarnya) Salah Satu pekerja dilapangan, Sabtu (26/12/2020).

Diketahui proyek pembangunan Embung Desa Saing Kabupaten Bangka dengan dana dari APBD Provinsi Bangka Belitung, nilai pagu dana Rp 4.240.170.384.97 dengan tanggal kontrak 13 Oktober 2020, pelaksana PT Geo Gradasi Internusa.

Sementara itu Kepala Dinas BPBD Provinsi Bangka Belitung Mikron Antariksa masih memilih bungkam saat dikonfirmasi prihal proyek BPBD yang molor dan pekerjaan yang tidak sesuai RAB, padahal biasanya Mikron selalu setia dalam memberikan penjelasan kepada wartawan terkait urusan kedinasannya.

Namun kali ini Mikron tidak mau menjawab konfirmasi yang dilayangkan Deteksi Online yang relevan dari proyeknya dan tidak diketahui tidak diketahui sesuai RAB.

Heri Sekretaris LSM Gebrak Babel meminta pihak Kejaksaan turun kelapangan untuk melakukan hal-hal terkait banyaknya permasalahan proyek BPBD Provinsi Babel walaupun semua proyek BPBD Babel didampingi Tim PPS Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung.

“Atas nama LSM Gebrak Babel, kami meminta pihak Kejaksaan untuk melakukan hal-hal terkait beberapa proyek BPBD Provinsi Bangka Belitung, karena kami duga adanya unsur kelalaian Mikron Antariksa sebagai KPA terhadap permasalahan dibeberapa proyeknya, mulai dari pekerjaan yang menyimpang dari RAB, molornya realisasi pelaksanaan pekerjaannya dan lain-lain yang kami duga adanya hal yang merugikan negara “, tegas Heri, Sabtu (26/12).

(Tim)

 1,044 total views,  1 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *