Ade Kelada LSM Fakta : Panitia Tidak Adendum Nilai Pagu Dana Proyek

  • Share

Belitung, deteksionline.com- Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Fakta, Ade Kelana, mempertanyakan proyek pengerjaan pembangunan talud BPBD Provinsi Bangka Belitung yang dibangun di wilayah kawasan Minapolitan Kecamatan Manggar Kabupaten Belitung Timur.

Pasalnya proyek talud ini menggunakan anggaran sekitar 2,1 miliar milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang dikerjakan oleh CV CIU, awalnya masa kerja 90 hari kalender, dimulai kontrak tanggal 9 Oktober 2020 lalu yang lalu.

Menurut Ade Kelana jika 90 hari kerja tentu masa pelaksanaan proyek itu berakhir di tahun anggaran berikutnya 2021 seperti layaknya proyek multiyears dan itu tidak mungkin karena bukan proyek Multiyears.

“Jika 90 hari kerja dimulai Oktober tentu berakhir di bulan januari tahun depan, kok bisa begini?” Kacamata Ade Kelana penuh tanya.

Namun sekarang sudah di Adendum menjadi 80 Hari masa pelaksanaannya, tetapi mengapa tidak ada Adendum nilai pagu dana dalam kontraknya?

“Awalnya masa pelaksanaan 90 hari, namun setelah diberitakan menjadi 80 hari, tetapi pihak BPBD Provinsi Babel tidak merobah nilai pagu dana proyek, berarti ada kelebihan pembayaran dan itu bisa menjadi temuan BPK”, tutur Mang Ade dengan penuh keheranan.

Selain itu Ade juga mempertanyakan lokasi proyek yang ada di tengah kota, sementara yang ia ketahui bahwa kawasan Minapolitan berada di jalan Sulawesi yang berjarak hampir 2 Km dari lokasi pengerjaan proyek saat ini.

Beberapa awak media sebelumnya tersesat kesasar mencari lokasi pengerjaan, karena diduga kawasan Minapolitan yang berada di seberang sungai Manggar lewat jalan Sulawesi Desa Kurnia Jaya Manggar.

“Saat tiba di lokasi yang tidak jauh dari gedung sekolah TK / SD Baptis, terlihat sebuah alat berat Excavator berwarna Hijau sedang kerjakan pendalaman danau kecil eks kolong, tidak ada seorangpun yang dapat ditemui kecuali sebuah papan proyek”, kata Mang Ade.

Sementara terkait lokasi proyek, menurut keterangan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Beltim, Idwan Fikri, Rabu (11/11/2020), melalui telepon selularnya Idwan jelaskan bahwa proyek pengerjaan talud tersebut sudah ada DED-nya, dimana penyusunan dan perencanaan selalu libatkan pemerintah desa setempat.

Sekitar lokasi pengerjaan saat ini, pernah banjir sehingga BPBD provinsi Babel programkan pembangunan talud untuk tanggulangi banjir.

Berkenaan dengan lokasi proyek, Idwan katakan itu masih dalam kawasan minapolitan sebagai wilayah pendukung kawasan minapolitan.

“Tadinya saya juga berpikir minapolitan itu hanya di jalan sulawesi, ternyata ada juga di desa Mekar Jaya dan Desa Lalang,” ujar Idwan lewat telepon.

Padahal, Kawasan Minapolitan adalah suatu wilayah wilayah yang mempunyai fungsi utama ekonomi yang terdiri dari sentra produksi, pengolahan dan perdagangan komoditas perikanan, pelayanan jasa, dan atau kegiatan pendukung lainnya.

Mikron Antariksa kembali diam

Sementara itu Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bangka Belitung Mikron Antariksa belum memberikan tanggapan terkait hal diatas, konfirmasi Deteksi Online kepada Mikron belum mendapat tanggapan.

(Tim)

 535 total views,  1 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *