Sidang  Penggelapan Dana JMC,  Saksi Akui Setor Rp 9 Miliar ke Fikri Salim 

  • Share
CIBINONG, Deteksionline.com-
Saksi Mira mengakui memberikan uang kontan kepada terdakwa Fikri Salim hingga Rp 9 miliar selama tahun 2019. Uang itu di keluarkan Mira atas perintah Adm Keuangan PT Jakarta Medical Centre (JMC), Syamsudin dengan alasan untuk keperluan proyek.
Hal itu dikatakan Mira saat memberikan keterangan di PN Cibinong dalam kasus pemalsuan tanda tangan,   penggelapan uang dan TPPU dengan terdakwa Fikri Salim dan Rina Yuliana Senin (6/12).
Menurut Mira, uang miliaran tersebut diberikan bertahap sesuai  perintah Syamsudin dan Fikri salim. ” Hampir setiap hari Pak Syam telpon agar saya kasi uang ke Pak  Fikri kemudian sorenya Pak Fikri telpon saya untuk menanyakan uangnya, setelah itu ada yang ambil,”  kata Mira kepada mejelis hakim PN Cibinong yang diketuai Irfannudin
Menurutnya, seluruh uang yang diambil Fikri tersebut ada kwintansi dan diambil oleh orang yang berbeda beda sesuai perintah Fikri. “Yang pernah ambil Mujianto, Ade, Heru, Ayub dan Amir,” jelas Mira.
Dari angka Rp 9 miliar itu, lanjut Mira, salah satunya di ambil terdakwa Fikri pada 6 Mei 2019. Saat itu Fikri menerima uang hingga Rp 125 juta.  Sesuai keterangan di kwintasi uang itu dikatakan Fikri untuk pengurusan Izin di Cisarua.
“Kalau seluruh uangnya  di ambil dari 12 klinik (dibawah PT JMC) yang ada di Bogor pak,” jelas Mira lagi.
Sementara itu saksi Ratna Partiwi mengakui, dalam sidang pengajuan Rekomendasi Ketinggian Bangunan (RKB) yang di ajukan PT Mandiri Trio Gemilang  pada tanggal 7 Agustus 2019, ada nama Fikri Salim dan Rina Juliana di buku absensi kehadiran.
Saat itu Fikri menyebut sebagai wakil pemilik (Owner) dan Rina sebagai Ars atau konsultan. “Namun saya tidak tau atau tidak mengenal nama Rina Pak Hakim,” ujar PNS Pemkab Kabupaten Bogor tersebut.
Menurutnya, saat proses pengurusan RKB dirinya  menjabat sebagai Kepala Seksi (Kasi) pengendaliam tata banguan dan sempat meminpin sidang yang di hadiri Fikri Salim dan Rina. Saat itu yang diajukan rencana pembanguan hotel, ” jelasnya
Dia juga memastikan bahwa untuk pengurusan RKB tidak dikenakan biaya atau gratis.
Sedangkan mantan Plt Kadis DKPP, Joko Pitoyo mengaku telah menandatangi RKB PT Mandiri Trio Gemilang Pada bulan Agustus 2019. Namun begitu tidak mengetahui nama pemohonnya.
Menurutnya, berkas permohonan RKB perusahaan masuk bulan Mei  2019 dan baru sampai ke mejanya pada Agustus 20199 untuk ditandatangani.
“Saat itu saya jadi Plt Kadis DKPP selama sebulan, dan sekarang saya sebagai Asisten Ekonomi dan Pembangunan,” jelasnya.
Penulis.: red

 550 total views,  1 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *