Kasus Kerumunan Massa Kerbau Cup Walantaka Serang, Camat Walantaka Mesti Dipecat

  • Share

Serang,Deteksionline.com – Adanya kasus kerumunan massa saat final sepakbola Kerbau Cup dilapangan Glora Graha Cibogo Kecamatan Walantaka Kabupaten Serang merupakan keteledoran Camat Walantaka Kota Serang. Apalagi kegiatan itu tidak ada izinnya, Camat Walantaka mesti bertanggung Jawab. Camat Walantaka mesti dipecat.

Hal itu disampaikan oleh salah satu warga Kabupaten Serang yang tidak mau namanya ditulis menyampaikan kepada Deteksionline, Jumat (4/12/2020), kejadian itu merupakan kelalaian Camat Walantaka, semestinya Camat melarang kegiatan tersebut sesuai dengan Instruksi Presiden Joko Widodo.

Warga tersebut membacakan perintah Presiden Joko Widodo pada sebuah HP Android miliknya, berikut bunyinya, “Dalam mencegah penyebaran Covid-19, Presiden menjelaskan bahwa tidak ada jalan lain kecuali dengan disiplin menjalankan protokol kesehatan. Disiplin menjalankan kebiasaan-kebiasaan baru yang aman dari Covid-19 perlu dilakukan baik ketika berada di dalam rumah, di lingkungan keluarga, maupun di luar rumah.

“Saya mengajak untuk bersama-sama menjaga pola hidup bersih dan sehat sebagaimana diajarkan Islam. Mengikuti protokol kesehatan dengan memakai masker, menjaga jarak, dan sering-sering mencuci tangan, menjaga wudu, menghindari kerumunan, termasuk tidak menyelenggarakan kegiatan yang mengumpulkan banyak orang, termasuk melaksanakan Muktamar secara virtual,” ungkapnya.

Sementara itu Wali Kota Serang, Syafrudin berencana akan memanggil camat Walantaka, hal ini menindaklanjuti adanya kerumunan massa yang mencapai ratusan hingga ribuan orang di diapangan Glora Graha Cibogo, Kecamatan Walantaka, Kota Serang.

“Sebenernya kita sudah membuat surat edaran sesuai dengan intruksi Mendagri Nomor 6 tahunT 2020. Tapi apabila masih ada kerumunan masa nanti kita pantau, nanti kita ngobrol dulu dengan para pemimpin daerah, Kapolres, Dandim,” katanya kepada bantenhits.com di Puspemkot Serang, Kamis, 3 Desember 2020.

Hal itu menindaklanjuti ramainya pemberitaan soal kerumunan massa dalam laga final tarkam Kerbau Cup pada Rabu 2 Desember 2020 kemarin, yang diikuti oleh ribuan penonton utuk melihat pertandingan sepak bola.

Walikota mengaku tidak ada informasi sebelumnya terkait adanya kegiatan yang mengumpulkan kerumunan massa di Kecamatan Walantaka ini.

“(Soal Kerbau Cup) tidak ada informasi ke kita (Pemkot Serang, red). Nanti saya panggil camatnya, tegur dulu,” ujar politisi PAN Banten itu.

Sementara itu Kepolisian Polres Serang Kota masih terus menyelidiki adanya terjadi kerumunan massa saat acara final Sepakbola Kebau Cup Walantaka Serang, Provinsi Banten.

Kasatreskrim Polres Serang AKP Indra Feradinata atas seizin Kapolres Serang Kota AKBP Yunus Hadit Pranoto kepada wartawan melalui pesan Whats App Jumat (4/12/2020), proses pemeriksaan masih berjalan dan beberapa pihak yang diperiksa termasuk panitia.

“Iya . Masih berjalan proses pemeriksaan beberapa pihak terkait termasuk panitia”, Jelas AKP Indra singkat.

Sebelumnya diketahui, terjadinya kerumunan massa saat pertandingan final sepakbola Kerbau Cup, sehingga menyebabkan AKP Kasmuri, SH.,  dicopot dari jabatannya sebagai Kapolsek Walantaka Polres Serang Kota Polda Banten. Posisinya digantikan oleh AKP Sudibyo.

Kemudian AKP Kasmuri mendapatkan jabatan sebagai Kepala Sub Bagian (Kasubag) Pengendalian Operasi (Dal Ops) Polres Serang Kota.

“Tentunya ini menjadi bahan pelajaran dan evaluasi bagi kita dan berharap tidak terjadi lagi. Di massa pandemi tetap terapkan protokol kesehatan, agar masyarakat semakin disiplin. Izin keramaian kita tidak mengeluarkan,” kata Kapolres Serang Kota, AKBP Yunus Hadit Pranoto, di Mapolres Serang Kota, usai serah terima jabatan Kapolsek Walantaka, Kamis (03/12/2020).

Menurut Yunus, pergantian Kapolsek Walantaka merupakan keputusan dari Mapolda Banten, berdasarkan evaluasi kinerja jajarannya.

“Mutasi Kapolsek, tentunya ini kewenangan Polda dan kebijakan pimpinan, kami hanya melaksanakan tugas, bisa kepada siapa saja dan kapan saja. Kemungkinan ada pertimbangan, keputusannya ada di Polda”, Jelas Yunus.

(Hidayat)

 845 total views,  1 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *