P4L Dukung Gubernur Erzaldi MWP Tidak Boleh Terzolimi Lagi

  • Share

Pangkalpinang, Deteksionline.com- Ketua Pengawasan & Pengendalian Perdagangan Lada ( P4L) Bangka Belitung,  Kombes.Pol. ( Purnawirawan) Zaidan menyebut akan terus berkomitmen mendukung langkah Gubernur Babel, Erzaldi Rosman dalam meningkatkan tata kelola maupun harga muntok white pepper ( MWP).

” Ini sudah jadi komitmen lami sejak awal dibentuk  oleh pak gubernur untuk melakukan action nyata demi mencapai tujuan mengembalikan kejayaan lada Bangka Belitung,”ujar Zaidan saat ditemui wartawan di kantornya baru-baru ini.

Menurut pria yang juga berprofesi sebagai advokat ini, tata kelola maupun harga MWP Babel harus lebih baik.”Kualitas lada putih Babel ini  sejak dulu sebenarnya sudah terbukti sangat diakui dunia, oleh sebab itu semestinya harga kita juga tinggi,”ujar Zaidan.

Akan tetapi kata Zaidan, yang menjadi pertanyaan sampai sekarang adalah mengapa harga MWP masih rendah bahkan kalah dengan harga lada Vietnam. Hasil jawabannya yang di temukan ternyata betul selama ini lada Babel  terzolimi.

“Yang mana lada putih Babel asli yang keluar nyata dicampur dengan lada daerah atau negara lain, sehingga lada kita menjadi terkontaminasi dan harganya tak bisa dipatok,” keluhnya.

Namun ia optimis, dengan kini sudah dibentuk dan berdirinya Kantor Pemasaran Bersama ( KPB) yang terdiri dari  Dewan Rempah Bangka Belitung, Koperasi Lada, BP3L dan BUMD. Hadirnya KPB Babel ini diharapkan akan mampu membawa angin segar bagi peningkatan tata kelola maupun nilai jual lada Babel kembali berjaya di Internasional.

“Kami sangat mendukung mimpi besar yang ingin di wujudkan Pak Gubernur Babel, Erzaldi Rosman untuk mengembalikan kejayaan MWP Babel ini dengan salah satu caranya sebagai produsen kita lah yang harus menentukan harga tidak lagi tunduk kepada Internasional  Pepper  Comunity ( IPC),” tegas Zaidan yang juga seorang dosen ini.

Ia optimis dengan tata kelola MWP Babel yang lebih baik  akan mampu dampak harga lada Babel juga bagus. Supaya jangan ada lagi orang Kalimantan, Tanggerang, Bandung dan lainnya yang  bisa pakai Indikasi Geografis ( IG) MWP Babel bahkan bisa ekspor, padahal  mereka tidak pernah beli dari Babel.

“Kita tidak ingin ini terjadi lagi, tapi kita mau lurus, proporsional mengelola MWP Babel ini.Sebab itu ke depan pembelian MWP kita tidak boleh melalui Jakarta lagi tetapi hanya boleh melalui Bangka dan Belitung, karena sekarang kita sendiri yang akan menetukan harga ekspor sekaligus melakukan pengawasan yang lebih baik demi MWP Babel bisa berjaya lagi,” harapnya.

Penulis ; Liya

 181 total views,  1 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *