Buruh Mogok, Jalan Raya Serang lumpuh

  • Share

Serang, Deteksionline.com- Aksi buruh berunjuk rasa menolak pengesahan Omnibus Law dilakukan oleh Ribuan buruh PT PWI dan Nikomas sehingga menyebabkan kemacetan total disepanjang jalan Serang-Jakarta, bahkan akses masuk tol Cikande ditutup sekitar puluhan menit, Selasa (6/10).

Hal itu diungkapkan Kapolres Serang AKBP Mariyono, sekitar 2 ribu buruh PT PWI dan Nikomas melakukan aksi unjuk rasa didepan perusahaannya masing-masing.

Unjuk rasa tolak omnibus law dilakukan sekira pukul 07.00 WIB sehingga aksi itu menyebabkan jalan raya Serang -Jakarta macet total. Namun, lalu lintas kembali bisa dilalui sekitar pukul 09.00 WIB.

“Ada sekitar 2 ribu orang, ada orasi tertib, namun yang menimbulkan kemacetan di depan PT PWI dan Nikomas,” jelas Kapolres.

Akibatnya, lanjut AKBP Mariyono, pihak Kepolisian melakukan rekayasa lalu lintas.

“Pengendara dari daerah barat dialihkan ke tol Ciujung dan dari timur ke Jalan Ciasem kemudian ke arah Lebak”, ujar Kapolres kepada Deteksi Online.

Ribuan buruh yang melakukan aksi tolak omnibus law adalah karyawan yang masuk shift pagi dan saat keluar. Sehingga terjadi penumpukan yang mengakibatkan kemacetan.

Lanjutnya, penutupan gerbang Tol Cikande berselang sekitar 20 menit. Setelah itu, tol dibuka begitu buruh mulai terurai.

“Sekitar 20 menit penutupan jalan karena luar biasa volumenya dipengaruhi unjuk rasa sebentar,” ujarnya kembali.

Saat ini lalu lintas di jalan Serang-Jakarta, sudah kembali normal dan bisa dilalui kendaraan.

“Batas unjuk rasa yang diizinkan kepolisian sendiri di kawasan ini atau di depan masing-masing perusahaan sampai pukul 16.00 WIB. Kepolisian mengerahkan 298 personel di sepanjang kawasan industri Serang Timur”, tambah Perwira Melati Dua tersebut.

Penulis ; Hidayat.

 552 total views,  1 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *