Sering Lontarkan Pernyataan Kontroversial, Fadilah Sobri Sarankan Menag Fachrul Harus Bertobat

  • Share

Pangkalpinang,Babel,deteksionline.com – Pernyataan Menteri Agama, Fachrul Razi kontroversial terkait Anak Good Looking mengarah kepada pola menumbuhkan bibit radikalisme di rumah ibadah telah menuai berbagai reaksi umat muslim termasuk oleh Penasehat Dewan Masjid Indonesia yang juga Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Babel, Fadilah Sobri.

Fadilah Sobri meminta Menag Fachrul Razi tak hanya meminta maap tapi juga bertobat.

“Jangan suka memancing kemarahan umat Islam.Dulu juga pernah menyinggung terkait celana cingkrang, menerapkan sertifikat bagi Da`i dan sebagainya,”ujar Fadilah, Rabu (9/9) di Pangkalpinang, Babel.

Ia mengungkapkan. Pernyataan tak sesuai akan membuat umat Islam meradang. Padahal keberadaan umat Islam itu ada sejak Indonesia belum lahir terlebih dalam perjuangan merebut kemerdekaan tentulah sangat besar , sebagai bukti umat Islam itu sangat cinta dengan Republik Indonesia ini.

“Banyak tokoh besar Islam yang telah memberikan jasanya untuk negeri ini sekalipun merelakan harta, raga bahkan jiwanya.Karenanya jangan lagi ada yang ingin membenturkan antara radikalisme dengan perjuangan umat Islam”, terang Fadilah Sobri.

Sebab kalau mau tarik semua paham itu juga bisa radikal, tegas Fadilah, Ini terbukti juga terjadi di Israel, Amerika, Selandia Baru yang notabenenya negara dengan penduduk muslim minoritas, terbukti mereka juga telah melakukan berbagai bentuk kekerasan terhadap kaum minoritas bahkan sangat luar biasa.

“Tak cukup hanya mempermasalahkan anak good looking bisa tumbuhkan paham radikalisme, tetapi Fadilah juga menyinggung adanya upaya untuk mengkotak katik fungsi masjid atau rumah ibadah umat Islam di Indonesia”, tegasnya.

Fadilah menilai ini adalah bagian dari skenario besar dalam rangka mendistorsi nilai-nilai Islam, mereka sengaja menciptakan narasi-narasi untuk memojokan umat Islam, sehingga orang takut terhadap Islam.

“Seperti dulu ada yang namanya Islam jamaah,sehingga orang takut berjamaah, tentang pakaian sehingga orang tidak mau menutup aurat yang benar”ujarnya seraya menyesalkan pernyataan Menag tersebut.

Tapi narasi – narasi yang dibalut dengan isu radikalisme semacam ini tentu tidak akan laku lagi. Sebab umat Islam itu tidak lah bodoh. justeru semakin umat Islam ini di tekan, semakin di curigai, maka umat ini akan semakin solid untuk memerangi kemungkaran Jangan kan agamanya yang diganggu , tetapi ketika budanya juga di singgung seperti akibat pernyataan Puan Maharani mensoalkan orang Sumbar yang tidak pancasilais, yang sejatinya tak pantas dilontarkan oleh pejabat publik sekaligus Ketua DPR RI, dan akhirnya rakyat Sumbar pun melawan.

“Jadi pemimpin atau pejabat publik itu, cerdas harus dan menjaga lisan adalah wajib, sebabnya hal inilah yang harus dipahami, supaya pejabat publik itu jangan asal ngomong, kalau sudah asal maka akan berdampak dan lisan itu tidak bisa ditarik, apalagi dalam konteks jaman sekarang di era serba keterbukaan seperti ini” ujar pria yang juga berprofesi sebagai Da’i sekaligus dosen ini.

Atas kontroversi ini ia mengaku sangat menyesalkan dan menyayangkan sekaligus meminta kepada para pejabat publik termasuk Menag Fachrul Razi, Ketua DPR RI Puan Maharani atau pihak manapun agar jangan sembarangan membuat pernyataan kontroversial lagi adalah yang menyinggung perasaan umat Islam.

” Cukup sudah, masih banyak hal lain yang harus kita kerjakan. Bagaimana menjadikan umat ini paham dengan agamanya secara benar. Dengan pendekatan yang humanis, terpelajar dan terdidik, karena konsep dan prinsip dakwah itu seperti itu dan ensensi dari dakwah itu adalah mengajak orang berbuat baik dan mencegah kemungkaran , jangan sampai justeru sebaliknya membuat kemungkarran dan bahkan menimbulkan kemungkaran baru,”sebut Fadilah Sabri lagi.

Saat umat Islam sudah cooling down dengan pernyataan sebelum-sebelumnya yang juga melukai hati umat Islam, tapi dengan anak good looking kembali akan menumbuhkan kebencian baru. Bahkan dulu pernah ada penggiat sosial Denni Siregar yang menyatakan santri-santri sebagai calon teroris.

Makanya kalau begini terus kita itu capek. Dan narasi-narasi yang keluar dari para pejabat publik itu mestinya harus bernilai, menciptakan kedamaian, bukan sebaliknya berpotensi memecahkan persatuan umat dan bangsa.

Penulis ; Liya
Editor ; Herman

 896 total views,  3 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *