Pengembang Grand Harmoni 2 Di Demo Warga Dikantor Desa Bunar

  • Share

Balaraja, deteksionline.com – Sejumlah puluhan warga desa Bunar mendemo Kepala Desa Bunar di depan Kantor Desa Kecamatan Sukamulya – Kabupaten Tangerang, Rabu (9/9).

Selain itu dalam orasi pendemo menuntut keseriusan kinerja Kepala Desa agar oknum anggota polri aktif yang seharusnya menjalan tugas tupoksinya melayani, melindungi dan mengayomi masyarakat dan bertugas untuk negara bukan untuk kepentingan pengembang dan melakukan arogansinya terhadap masyarakat.

Sementara aksi demontrasi ini tidak ada kaitannya dengan pencalonan Kepala Desa yang akan datang ini sehingga jangan dikaitkan dengan hal politik.

“Akan tetapi pendemo meminta keberpihakan Kepala Desa untuk berpihak kepada warga bukan kepada pihak pengembang.” Tutur Oji.

Bahkan dalam tuntutan kami adalah : 1. Meminta jalan dibangun irigasi dihidupkan kembali, 2. Meminta diberhentikan koordinator keamanan Sdr. Yaya Sunar alias Icang, 3. Bila tuntutan kami dikabulkan maka kami minta jalan seperti biasa irigasi seperti biasa melinatasi jalan melewati irigasi tersebut dan meminta seluruh kegiatan pembangunan di Perum Grand Harmoni 2 dihentikan sebelum ada kepastian”, Tandasnya.

Sementara itu aksi warga kampung Kopo Desa Bunar yang semula memanas mulai kembali berangsur normal.

Selain itu dalam aksi demontrasi warga juga di jaga ketat oleh aparat TNI/Polri agar tidak terjadi aksi anarkis.

Sementara ditengah aksi demo berlangsung Pihak BPD beserta Kepala Desa Bunar, dan Perwakilan pendemo serta pengembang melakukan mediasi hingga berita ini diturunkan belum ada hasil kepastian yang memuaskan.

Koordinator demontrasi. Oji, mengatakan. “Apabila tuntutan tidak dapat dilaksanakan aksi demo akan lebih besar dan menyetop proyek pembangunan Grand Harmoni 2.” ‘Katanya.

Dimyati, warga desa Bunar sekaligus Anggota DPP Lembaga Aliansi Indonesia – Badan Penelitian Aset Negara. Dept. Penelitian dan Pengembangan, sangat menyayangkan apabila suara aspirasi warga tidak didengar oleh pihak pengembang Grand Harmoni 2.

Amid, Kepala Desa Bunar, saat ditemui deteksionline.com usai melakukan mediasi bersama kordinator aksi, pihak pengembang, didampngi TNI/Polri, mengatakan. Saya akan bertanggung jawab dan berpihak kepada warga desa bukan kepada pengembang. Kata Amid. Rabu, (9/9/2020).

“Dan saya selaku Kepala Desa Bunar meminta waktu maksimal 7 hari. Bilamana suara aspirasi tidak didengar oleh pihak pengembang. Saya yang menutup kegiatan proyek pembangunan grand harmoni 2.” tutur Amid.

Penulis ; Wahyu/Ahmad
Editor ; Herman

 1,107 total views,  1 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *