Tutup Tambang Ilegal di Wilayah Jember

  • Share

Probolinggo-deteksionline.com- Beberapa LSM di Jawa Timur mengeluhkan dengan maraknya Tambang Tanah Liat (Klay)
di wilayah Jember yang diduga ilegal.

Pasalnya, Tambang Tanah Liat ( Klay) yang diduga ilegal itu sangat merusak lingkungan sekitar Kabupaten Jember dan nantinya akan terjadi longsor.

Menanggapi hal itu, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pemantau Kinerja Aparatur Negara (Penjara) melayangkan Surat Pengaduan Masyarakat (Dumas) kepada sejumlah instansi terkait dengan tujuan agar aktivitas penambangan yang diduga tidak disertai izin resmi dari Pemerintah tersebut segera ditutup.

Dengan adanya penambangan Klay yang diduga ilegal itu menurut Damoanto Ketua LSM Penjara, akan sangat merugikan masyarakat dan pemerintah.

“Saya minta dengan tegas kepada aparatur negara agar aktivitas penambangan diduga ilegal ini segera dihentikan”, tegasnya.

Selain itu, Damoanto meminta kepada pihak PT Imasco yang diduga sebagai penerima bahan baku dari tambang yang diduga ilegal untuk menghentikan aktivitas menerima barang tersebut.

” Saya tegaskan kembali kepada PT Imasco, jangan sekali kali bermain main dengan hukum, karena perbuatan tersebut sama halnya melawan hukum.
Sekali lagi saya minta dengan tegas kepada penegak hukum agar segera menutup tambang yang diduga ilegal tersebut, jangan sampai masyarakat menilai hukum tumpul ke atas dan tajam kebawah” tegasnya.

Padahal, menurut Damoanto, sudah sangat jelas di Undang undang Republik indonesia nomer 4 tahun 2009 tentang pertambangan mineral dan batubara.

“Setiap orang yang melakukan usaha pertambangan tanpa IUP,IPR atau IUPK sebagaimana dimakaut dalam pasal 37,pasal 40 ayat 3, pasal 48, pasal 67 ayat 1 atau ayat 5 dipidana dengan penjara paling lama 10(sepuluh)tahun dan denda paling banyak 10.000.000.000(sepuluh milyar)”, terangnya.

“Bahwa begitu pula dengan orang atau korporasi yang menerima barang berupa tanah urug yang diduga illegal, maka penerima atau korporasi tersebut dikatakan sebagai pihak penadah, dikatakan perbuatan melawan hukum sebagai mana pasal 480 KUHP dengan ancaman kurungan paling tinggi 4 tahun”, tambah Damoanto kembali.

Sementara itu Kasatreskrim Polres Jember AKP Fran Dalanta Kembaren belum mengetahui adanya aktivitas penambangan Klay diduga ilegal itu di wilayah Jember. Nanti akan di cek.

” Nanti akan mengecek kelapangan”, terang AKP Fran melalui sambungan telepon, Selasa (8/9).

Sangat disayangkan, sampai berita ini tayang pihak PT Imasco Asiatic tidak berhasil dikonfirmasi baik langsung ataupun melalui telepon.

Penulis : Irfan

Editor   : Herman

 730 total views,  1 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *