Pariwisata Bisa Bangkit Lagi, Patuhi Adaptasi Kebiaasaan Baru

  • Share

PANGKALPINANG, deteksionline.com- Masyarakat tetap harus mampu beradaptasi di tengah tatangan pandemi covid-19 saat ini menjadi sebagai peluang untuk tetap terus semangat membangun Kota Pangkalpinang maupun Bangka Belitung pada umumnya.

Hal ini salah satunya dapat dilakukan dengan tetap melaksanakan adaptasi kebiasaan baru dan mematuhi protokol kesehatan pencegahan covid-19.

Dengan menjalani hal ini diharapkan akan semakin menjadi habits atau kebiasaan yang baik yang arah ke depannya bisa menyelamatkan masyarakat Bangka Belitung dari sisi kesehatannya dan juga perekonomiannya.

Budayawan Bangka Belitung Akhmad Elvian menilai, kalaulah semua element tidak pandai mengubah tantangan covid ini menjadi peluang dengan momentum adaptasi kebiasaan-kebiasaan baru, maka ancaman covid ini akan terus berlanjut dan kita akan mengalami kemunduran.

Menurut Akhmad Elvian, adaptasi kebiasaan baru itu akan menimbulkan habits yang baru yang akan membawa kita ke penyesuaian standar-standar operasional prosedur yang baru dalam berbagai aspek ekonomi, sosial, budaya, sektor pemerintahan dan pendidikan.

Mantan Kepala Dinas Pariwisata Kota Pangkalpinang ini, salah satunya juga mencontohkan bagaimana agar sektor pariwisata khususnya di Kota Pangkalpinang juga tetap dapat kembali bangkit di tengah pandemi covid-19 saat ini.

Sebab arah pembangunan destinasi pariwisata Kota Pangkalpinang memang akan berarah ke pembangunan wisata sejarah Bangka Belitung , karena sejarah Babel ini pusatnya adanya di Kota Pangkalpinang khususnya sejarah pemerintahan.

“Sebagaimana yang kita tau bahwa banyak peninggalan sejarah kolonial pemerintahan Belanda sejak tahun 1913 disamping itu Pangkalpinang juga sebagai kota tambang awalnya, sehingga banyak juga bekas-bekas peninggalan perusahaan tambang timah milik belanda kala itu, sehingga pengembangan destinasi wisata sejarah Babel ini harus tetap dilanjutkan,” dorong Akhmad Elvian, kepada Deteksionline.com, Minggu ( 6/9).

Apalagi sekarang ini, setelah dilaksanakannya penyusunan DED kawasan pusaka bersejarah civic center, sehingga banyak bangunan -bangunan bersejarah yang di adptasi pemanfaatannya untuk kepentingan kebudayaan ,pendidikan dan pariwisata.

Sehingga beberapa bangunan bersejarah di Pangkalpinang tersebut yang juga sudah diarahkan dengan standar-standar pariwisata,sehingga nanti selain wisatawan dapat berkunjung ke destinasi sejarah tersebut, tetapi juga bisa memanfaatkan nilai tambah yang ada di wisata sejarahnya,seperti di house of lay atau rumah kapten Lay Nam Sen, orang bisa mengetahui sejarah berdirinya rumah kuno tersebut hingga saat ini sekaligus menikmati aneka kuliner peranakan yang tersedia di Cafe Latrase yang tepat berada disampingnya.

Ada juga Woonhuis Te Pangkalpinang yang juga dilengkapi dengan tins gallery, sehingga dapat menjadi pilihan sembari menikmati cita rasa kopi khas, aneka makanan dan sebagainya.

“Banyak hal-hal yang bisa dikembangkan dengan mengadaptasi bangunan-bangun heritage tersebut untuk kepentingan pariwisata dan tentu saja memiliki daya tarik tersendiri,”tambah Elvian lagi.

Penulis : Liya
Editor : Herman

 384 total views,  1 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *