Terkendala Covid, Project Dinas PU Babel Banyak dialihkan ke 2021

  • Share

Keterangan Foto : Noviar Ishak Kepala Dinas PUPR Prov.Babel

PANGKALPINANG, deteksionline.com – Kepala Dinas Pekerjaan Umum,Noviar Ishak mengakui bahwa sejumlah program kerja termasuk anggarannya di tahun 2020 banyak yang dialihkan realisasinya pada 2021 mendatang.Hal dikarenakan akibat pandemi covid-19.

Noviar mencontohkan salah satunya adalah pagu anggaran di bidang Sumber Daya Air(SDA) sebesar 30 miliar kini pun sudah digeser peruntukannya di 2021 untuk pembangunan Irigasi
dan Normalisasi saluran.

“Penundaan ini memang terpaksa dilakukan karena akibat pandemi covid-19.Bahkan ada juga beberapa kegiatan yang sebenarnya sudah
kontrak juga terpaksa harus di negosiasi ulang,apakah mau dibayarkan di tahun depan 2021 atau terpaksa diputus kontraknya,”ujar Noviar saat ditemui wartawan ini di kantornya, Rabu(02/09).

Ditambahkannya bahwa beberapa project yang dibatalkan,karena memang beberapa pihak kontraktornya juga memiliki pertimbangan tersendiri. Sehingga hal ini membuat beberapa rencana pembangun infrastruktur juga dialihkan dulu.

“Seperti untuk pembangunan kolam retensi di Muntok senilai 12 miliar yang sejatinya di kerjakan di 2020 tetapi dipending dulu. Meski demikian untuk sejumlah project yang ditangani bidang Bina Marga terkait pembangunan saluran dan sejenisnya tetap dikerjakan sampai Desember 2020,” tambahnya lagi.

Noviar juga menyayangkan sejumlah project normalisasi yang telah dikerjakan selama ini, nyatanya belum mampu menyelesaikan masalah sebagaimana yang diharapkan semestinya.Melainkan hanya sedikit membantu.

Hal dikarenakan komponen masyarakat di Bangka Belitung juga terbilang belum cukup bijaksana dalam mengelola lingkungan hidupnya sendiri, seperti halnya aktivitas penambangana pohon masih dilakukan sembarangan dan lain sebagainya.

Dengan kondisi seperti ini,jadinya kalau Pemda minta bantu lagi ke pusat, maka pasti yang ada akan ditanya balik, bagaimana Bangka Belitung sudah beres belum, bagaimana sudah mengelola lingkungan hidupnya atau di bangun box untuk normalisasi saluran air, tapi ternyata akhirnya daerah tersebut terimbas lagi oleh aktivitas tambang, sehingga membuat project yang sudah dibangun tadi putus lagi.

“Misalnya kita buat jalan sebagus apapun tapi bagaimana kalau tidak disertai dengan tata kelola
lingkungannya yang baik tetpi justeru merusak. Atau misalnya di teknik sipil Dinas Perkerjaan Umum juga itu di bangun Jembatan yang dalam perencanaan projectnya disiapkan untuk sampai 50 tahun, tetapi
di Babel tidak bisa sampai 50 tahun bahkan dalam 2 tahun sudah ada yang rusak, penyebabnya bukan karena strukturnya yang rusak melainkan beban
kejutnya.

“Padahal tadi sudah jelas di hitung kemampuan saluran yang di kita buat sanggup dengan beban 100 liter per detik, tetapi kalau kemudian ada aktivitas tambang di hulu bahkan kesan seenaknya, sehingga ini akan berdampak menjadi beban kejutnya bertambah 200 liter per detik, maka jangan heran jika jembatannya bisa sampai jebol,” ujar Noviar.

Ia berharap ke depan management pengelolaan lingkungan hidup di Babel khususnya akan lebih baik. Namun semua ini hanya akan terwujud jika juga disertai dengan kesadaran masyarakatnya untuk menyimpan aset lingkungan hidup ini sebagai warisan berharga bagi anak cucu di masa sekarang hingga masa yang akan datang.

Penulis : Liya
Esitor : Herman

 338 total views,  1 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *