PKL Sepanjang Jalan PT. Adis Balaraja Meminta Perlindungan Hukum Ke GPII

  • Share

BALARAJA, deteksionline.com – Nasib naas menimpa Rahmat Mudasih pria berusia 40 tahun ini harus meratapi kesedihan. Ketika, dirinya sedang berjualan ayam potong disepanjang Jalan PT. Adis Balaraja lapak dagangannya ditertibkan oleh Satpol PP. Pada Senin (3/8/2020). Padahal lapak tersebut baru selesai dibangun olehnya dengan menghabiskan dana Rp 3 jt.

Rahmat, saat ditemui deteksionline.com, mengatakan, Semenjak ditertibkan oleh Satpol PP, Saya hanya bisa pasrah dan bingung bagaimana harus mencukupi kehidupan keluarga sehari – hari harus mencari kemana.

“Selama satu bulan ini sudah menganggur apalagi memiliki anak tiga, dua anak duduk dibangku sekolah SMP dan SD serta masih bayi dan belum lagi hutang cicilan motor yang harus dibayarkan kepihak OTO leasing.” Kata. Rahmat, Senin (2/9) dengan sedih.

Ia menambahkan, sementara untuk berjualan kembali harus pake modal dan semua itu saya tidak memilikinya kalau sudah begini siapa mau bertanggung jawab.

” Untuk berjualan lagi tidak ada modal, kalau sudah begini siapa yang tanggung-jawab”, keluh Rahmat.

Dirinya sempat meminta dukungan kepada Kepala Desa Tobat, jelas Rahmst, maksudnya agar dapat kembali berdagang disepanjang Jalan PT. Adis depan terminal Sentiong.

Namun, hal tersebut tidak digubris, padahal, saya Jurkam (Juru Kampanye) waktu dia mencalonkan Kepala Desa hingga dua priode sampe sekarang ini.

“Dimana hati nurani kepala desa ketika warganya meminta keadilan dan dukungan untuk berdagang hanya tutup mata dan akhirnya saya mewakili 70 PKL lainnya meminta bantuan perlindungan hukum kepada DPD Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) Kabupaten Tangerang.” Ungkap Rahmat kembali.

Terpisah, Cecep selaku Kordinator Advokasi PKL Pasar Sentiong, ditemui deteksionline.com dikediamannya, mengatakan,

“Bahwa saya sudah melayangkan surat kepada Kasat Pol PP Kab. Tangerang. Nomor : 01/PD. GPII – Tangerang /VIII/2020, Prihal : Permohonan Pembatalan Terhadap Penggusuran PKL. Bahkan. dalam isi suratnya sehubungan dengan adanya permohonan advokasi oleh PKL Pasar Sentiong terkait rencana Penggusuran oleh Satpol PP, Bersama surat ini kami dari Pimpinan Daerah GPII Kab. Tangerang sebagai team advokasi PKL meminta kepada Kasat Pol PP agar PKL tidak digusur sebelum tempat relokasi disiapkan. Tertanggal, 27/Agustus/2020”, jelas Cecep.

Ia menambahkan, Saya amat sangat prihatin ketika sulitnya mencari kebutuhan hidup ditengah covid – 19 ini terjadi penertiban kepada PKL.

Sementara, mereka yang ada khususnya PKL harus memberikan nafkah hidup untuk keluarganya kalau mereka harus digusur siapa yang mau bertanggung jawab untuk nasib hidup mereka.

“Maka dari itu saya meminta adanya kebijakan dari Pemda dan Kasat Pol PP. Kab Tangerang”, Imbuh Cecep.

Penulis : Wahyu/ Ahmad

Editor   : Herman

 740 total views,  1 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *