Pertumbuhan Ekonomi Minus, Senator Sukriyanto : Indonesia Bisa Resesi

  • Share

JAKARTA, deteksionline.com- Sukriyanto Ketua Komite IV DPD RI yang membidangi ekonomi memperkirakan, ekonomi Indonesia bisa resesi, jika pertumbuhan ekonomi di kuartal ke 2 dan kuartal ke 3 minus.

Hal itu dikatakan Sukriyanto saat wawancara langsung dengan deteksionline.com, Rabu ( 2/9).

Bagimana Pendapat Bapak Selaku ketua komite IV DPD RI terkait Agar iklim investasi tetap baik apa yang harus dilakukan pemerintah?

Sebenarnya investasi di Indonesia masih tergolong tumbuh walaupun ditengah pandemi Covid-19, terutama di sektor kesehatan dan menurut data dari BKPM bahwa selama semester I tahun 2020 sedikitnya ada 16ribuan permohonan izin operasional/komersial (IOK) pada sektor ini.

Selain dari pada itu sektor yang diminati adalah sektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran. Kemudian diikuti sektor transportasi dan telekomunikasi. Secara garis besar investasi tumbuh tipis 1,8% pada semester I ini, Selanjutnya pemerintah harus mengoptimalkan atau mendorong PMDN karena PMA dan FDI agaknya kurang maksimal ditengah pandemi dimana Bank dunia juga mencatat hampir setiap negara mengalami penurunan hingga 30%.

Sehingga perizinan dan pengembangan usaha harus terus disederhanakan atau dipermudah. Pemerintah juga telah menyiapkan RUU Cipta Kerja untuk mendorong investasi, namun kami dari DPD khususnya di Komite IV terus berkoordinasi untuk memberikan pertimbangan agar hak-hak kepentingan daerah tetap terjaga, sampai mengatasnamakan investasi membuat hak-hak daerah menjadi semakin terkebiri, harus ada keseimbangan sebagai daerah penghasil, penyangga dan pusat dalam pembagian hasil serta harus ada perlindungan kepada pengusaha atau UMKM lokal serta tenaga kerja lokal dalam hal ini, sehingga efek dari Investasi tersebut dapat langsung dirasakan.

Kemudian sektor konsumsi biar tetap tumbuh dalam kondisi pandemi kebijakan apa yang mesti dilakukan pemerintah?

Pemerintah telah melakukan langkah-langkah strategis untuk itu, termasuk BLT yang telah disalurkan oleh pemerintah itu juga termasuk menjaga daya beli masyarakat yang terdampak oleh pandemi. Kemudian secara spesifik pemerintah juga memberikan bantuan tambahan modal ke UMKM dan juga bantuan kepada karyawan swasta. Tentunya ini langkah-langkah yang diambil pemerintah untuk mempertahankan daya beli dari masyarakat selain dari membantu sektor usaha dengan mempermudah akses modal, insentif pajak, dan lainnya._

Bagaimana melihat dari Sektor industri sangat terpukul oleh kondisi pandemi covid 19 langkah apa yang perlu dilakukan?

Secara umum seluruh lini ekonomi terdampak dari pandemi ini, namun sebenarnya tidak semua industri, seperti industri farmasi dan obat tradisional tidak terdampak, bahkan mereka mengalami peningkatan kinerja yang positif ditengah pandemi. Akan tetapi industri lain seperti perhotelan, pariwisata, dan hiburan memang mengalami pukulan yang luar biasa.

Langkah pertama yang wajib dilakukan pemerintah iyalah ikut dalam pengembangan vaksin, karena vaksin merupakan kunci dari persoalan pandemi ini. Selanjutnya pemerintah harus terus berupaya untuk menekan lajunya penyebaran virus.

Ekspor juga menurun akibat covid apakah masih ada peluang ekpor di masa pandemi?..

Hampir seluruh negara yang terdampak Covid-19 sekarang fokus pada penanganan penyebaran virus sehingga mereka membatasi konsumsi yang membuat permintaan menurun. Pemerintah melakukan insentif fiskal untuk mendorong stabilitas perekonomian dimana salah satunya fasilitas kepabeanan.

Pemerintah melalui kementerian perdagangan juga telah menyusun langkah-langkah untuk mendongkrak ekspor di masa pandemi ini, seperti pengembangan SDM ekspor melalui pendidikan dan pelatihan, pengembangan pasar dan informasi ekspor, peningkatan peran IDDC untuk pengembangan merek dan produk ekspor, serta melakukan pengembangan promosi citra dan juga mendukung untuk penyediaan modal kerja bagi UKM yang siap melakukan ekspor._

Devisit APBN semakin membesar sementara penerimaan negara semakin tidak maksimal akibat covid-19 bagaimana mengatasi hal ini?..

Tentunya defisit ini tidak dapat kita hindari, karena ditengah pandemi yang mana kita harus fokus dalam Penanganan nya dan kemudian disisi lain kita harus tetap mempertahankan pertumbuhan ekonomi. Untuk itu pemerintah terus menjalankan program guna mempertahankan daya beli masyarakatnya, selain itu pemerintah juga terus mendorong untuk meningkatkan penerimaan pajak.

Disisi pengeluaran Pemerintah juga difokuskan untuk melakukan penghematan pada pengeluaran rutin serta membuat skala prioritas pada program-program yang telah direncanakan sehingga dapat mengurangi program yang dinilai tidak efektif.

Bagaimana pandangan bapak melihat kinerja pemerintah dalam mengatasi covid 19, dan  ekonomi saat ini?..

Secara pribadi saya melihat sudah sangat luar biasa ditengah pandemi yang juga luar biasa ini, Saya terus mendukung pemerintah dalam upaya penanganan Covid dan Pemulihan Ekonomi Nasional.

Solusi apa agar ekinomi kita bisa terus bertumbuh agar roda ekonomi bisa berjalan dari segala sektor..?..

Program PEN yang dicanangkan pemerintah merupakan langkah agar ekonomi tetap bisa tumbuh, namun memang butuh penekanan dan pengawasan terhadap pelaksanaannya agar program ini berjalan efektif agar pemulihan yang dicita-citakan dapat terwujud.

Harapan Bapak Selaku ketua Komite IV kedepan agar bangsa kita pulih ekonominya seperti apa?..

Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang besar, bangsa dengan penuh keanekaragaman sehingga bukan hal yang mudah untuk kita mengelola negara ini. Untuk itu peranan dari masyarakatnya juga sangat penting sehingga saya terus mengimbau kepada masyarakat agar tetap menjalankan himbauan pemerintah guna menekan dampak pandemi.

Pandemi ini menyebabkan ketidakpastian, sehingga untuk memulihkan dari dampak yang disebabkan oleh pandemi adalah dengan mengatasi pandemi ini dimana penekanan penyebaran virus sampai dengan penemuan vaksin harus dikedepankan oleh pemerintah. Selain itu juga program PEN yang dikeluarkan pemerintah guna memulihkan perekonomian harus didukung semua pihak, insentif pajak harus tepat sasaran, penempatan dana pemerintah di bank harus tersalurkan dengan tepat dan bank penyalur harus bisa memperluas jaringan debiturnya melalui dana ini, dan agar memberikan fokus yang lebih besar terhadap UMKM sehingga rangsangan ekonominya lebih optimal.

Penulis : Budi Setiawan
Editor    : Herman

 250 total views,  1 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *