1 September 2020 Kab.Mentawai Mulai Laksanakan Proses Belajar Mengajar Tatap Muka

  • Share

MENTAWAI, deteksionline.com-Proses belajar mengajar SMP , SMA dan sederajat di Kabupaten Kepulauan Mentawai mulai hari ini, 01/09/2020 , menerapkan proses tatap muka di sekolah masing-masing sekabupaten Kepulauan Mentawai.

Hal itu di sampaikan Bupati Kepulauan Mentawai dalam jumpa Pers di Gedung SMP. 2 Sipora Utara, melalui Jurubicara Gugus Tim Kepulauan Mentawai, Serieli Bawamenewi, SH bersama Kadis Pendidikan Oreste Sakeru di dampingi Kepala Sekolah SMP, 2 Sipora Utara, Advenrinus’ S. Pd, Selasa (1/9).

Berdasarkan Surat Edaran Bupati Kabupaten Kepulauan Mentawai Nomor 360/355/BUP-2020 tentang  Pedoman Penyelenggaraan Proses Pembelajaran Masa Pandemi Covid-19 di Kabupaten Kepulauan Mentawai tahun ajaran 2020/2021.

Pada surat edaran tersebut sebelumnya proses pembelajaran dilakukan jarak jauh melalui media online yang terhitung mulai tanggal 13 Juli 2020 s/d 31 Agustus 2020 yang disebut dengan masa transisi.

Setelah masa transisi, tersebut dilakukan secara tatap muka, dimana proses pembelajaran tatap muka dipastikan tidak ada kasus positif Covid-19 di Mentawai sudah menjadi Zona hijau.

Selama sebulan, dan seluruh pasien Covid-19 juga dinyatakan sembuh berdasarkan hasil swab test lebih dari satu bulan.

Memastikan hal tersebut Kepala Dinas Pendidikan Mentawai, Oreste Sakeroe bersama perwakilan tim gugus tugas penanganan Covid-19 Mentawai, Serieli Bawamenewi memantau kesiapan sekolah dalam hal penerapan proses belajaran tatap muka di sekolah di SMPN 2 Sipora.

Proses pembelajaran tatap muka di sekolah tetap dilakukan dengan jaga jarak antar siswa jika jumlah siswa dalam kelas melebihi maka dilakukan sistem sif.

“Di SMPN 2 Sipora proses belajarnya sistem sif jadi proses belajarnya berkelompok, mereka tetap masuk pagi, hanya per kelompok masuk besok harinya selang 1 hari,” kata Kadis Pendidikan kep. Mentawai Oreste kepada deteksionline.com, Selasa (1/9).

Oreste Sakeroe mengingatkan setiap sekolah harus mengikuti protokol kesehatan dan juga menyiapkan tempat cuci tangan, kemudian tetap jaga jarak dan selalu menggunakan masker.

“Tetap mengikuti protokol kesehatan,” kata Oreste menambahkan.

Sementara penerapan proses pembelajaran di sekolah, dilakukan dengan sistem sif dimana dari total jumlah siswa setiap harinya.

“Jadi dalam seminggu itu proses belajar tatap muka hanya 3 kali seminggu, dan hanya 50 persen siswa setiap harinya,” sebut Oreste.

Sementara untuk penerapan “proses pembelajaran tatap muka bagi sekolah tingkat sekolah dasar (SD) sederajat termasuk SLB, akan dilakukan setelah 2 bulan proses pembelajaran tatap muka SMP dan SMA, dan sederajat’ kemudian dilanjutkan tingkat Pendidikan Anak Usia Dini setelah 2 bulan proses pembelajaran tatap muka sekolah tingkat SD”, katanya.

Penulis : Delau
Editor : Herman

 271 total views,  1 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *