Cerita Pengerajin Ampiang Udang Bertahan Di tengah Covid-19 Pernah Bakar Produk Return Tak Laku

  • Share

PANGKALPINANG, deteksionline.com – Memilih tetap bertahan menjalani usahanya meski dihadapkan dengan kondisi tantangan merosotnya daya beli konsumen akibat pandemi covid-19.Menjadi cerita tersendiri bagi para pelaku usaha kecil seperti Siti Zumiah pemilik usaha DF Khas Bangka.

Warga Kelurahan Pangkalarang Kota Pangkalpinang ini memang sudah sejak 2017 membuka usaha pembuatan  aneka olahan makanan khas Bangka Belitung  seperti kericu telor cumi, ampiang udang dan lainnya.

Sebelum wabah covid-19 terjadi, usaha ini terbukti berhasil mengangkat ekonomi keluarga disamping penghasilan dari suami.

Namun semua  dirasakan ibu 2 anak ini, berubah drastis setelah pandemi covid-19 melanda.Penyebabnya tak hanya sulit dan mahalnya harga bahan baku seperti telur cumi yang kini melonjak menjadi 150 ribu/ kg.

” Padahal biasanya kan kami stok agak banyak, salah satu supaya kalau ada order yang masuk, kita bisa langsung produksi.Karena kan terkadang suka ada yang pesan buat oleh-oleh pulang ke Jakarta.Dan sisanya kita pasti produksi untuk di pasarkan lewat mini market, toko online dan sebagainya,”cerita Siti, Senin (31/8) di Pangkalpinang.

Namun kini sistem pengorderan terpaksa harus dilakukan dengan cara titip di toko -toko.Itu pun terkadang harus memakan waktu sampai 2 bulan dengan hasil penjualan yang cukup minim.

” Dulu kalaupun kita tempatkan produk kita di toko, 1-2 minggu habis.Tapi sekarang drastis 2 sampai 2 bulan.Itu pun masih banyak return yang kita bawa pulang.Apalagi kalau sudah begitu, pasti produk tersebut kualitasnya sudah tidak bagus atau rusak.Jadi mau dimakan juga nggk enak lagi, terpaksa kita buang dan bakar saja,” tambah Siti.

Siti mengaku di tengah kondisi saat ini, bahkan keuntungan yang didapat paling banyak dalam 1 bulan, bisa tembus 1 juta saja sudah sangat disyukuri.

“Sebagai salah satu pelaku usaha kecil setidaknya saya masih bersyukur masih bisa bertahan di tengah kondisi sulit sekarang ini, sebab ada teman-teman kami yang justeru memilih untuk berhenti berproduksi. Karena produk saya ini sekarang terbantu lewat teman–teman yang pesan oleh-oleh untuk di bawa pulang ke Jakarta dan lainnya.Terkadang juga saya bawa  promosi juga kalau lagi ada arisan atau pengajian.Jadi harus pinter-pinter cari cara supaya dapur tetap bisa ngebul,”ujar Siti lagi.

Penulis : Liya
Editor : Herman

 159 total views,  1 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *