BSB Siapkan KUR Bantu Pengerajin Lidi Nipah

  • Share

PANGKALPINANG, deteksionline.com- Lidi Nipah dari Bangka Belitung merupakan salah satu komoditi dari Indonesia yang cukup mendapatkan minat dan perhatian dari pasar ekspor asia seperti Nepal, China, Jepang dan lainnya.

Salah satunya beberapa waktu lalu lidi nipah asal Babel ini juga telah di ekspor perdana ke Nepal sebanyak 12 ton. Pasca ekspor perdana tersebut, berbagai penawaran juga mulai masuk termasuk permintaan pasar Indonesia untuk mengirim hasil kerajinan dari lidah nipah.

Bahkan salah satunya adalah pembuatan peti mati dari bahan lidi nipah yang mulai mencuri perhatian pasar ekspor eropa.

Besarnya potensi lidi nipah ini lah yang membuat Pemerintah Provinsi Bangka Belitung melalui Dinas Koperasi dan UMKM Bangka Belitung semakin berupaya mendorong pemberdayaan masyarakat di sejumlah pedesaaan untuk memanfaatkan kesempatan ini sebagai salah satu langkah pembenahan ekonomi keluarga di tengah pandemi Covid-19 ini.

Seperti Desa Kota Kapur, Jade Bahrin, Pangkalarang Pangkalpinang dan lainnya.Selain itu berbagai pelatihan untuk pembuatan berbagai produk pun juga digelar dengan mendatangkan tenaga pendamping pelatihan langsung dari Yogyakarta.

Melihat potensi ini, Bank Sumsel Babel sebagai bank daerah mitra pembangunan masyarakat Sumsel dan Bangka Belitung juga turut mendukung penuh pemberdayaan ekonomi melalui pemanfaatan lidi nipah ini.

Yakni dengan menawarkan program pembiayaan modal usaha.Salah satunya Kredit Usaha Rakyat ( KUR).

“Bank Sumsel Babel tetap akan komitmen membantu akses permodalan kepada para pelaku UMKM di Babel seperti yang sudah dilakukan bekerjasama dengan Diskop UMKM Babel yakni menyalurkan KUR untuk pengerajin lidi nipah dan juga nelayan di Kota Kapur Kecamatan Mendobarat Kabupaten Bangka”, ujar Sucen kepada Deteksi Online, Senin (31/8) di Pangkalpinang.

“Kami siap suport dan mendukung UMKM Babel melalui berbagai bentuk usahanya.Bahkan termasuk kita juga membantu untuk mengembangkan jaringan penjualan lewat marketplace online,” tambah Sucen.

Lanjutnya, peningkatan potensi pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui sektor UMKM, saat ini menjadi salah satu yang cukup ditekankan.

“Diharapkan di era new normal atau era kebiasaan baru saat ini, ekonomi  tetap bisa terbantu melalui usaha-usaha skala kecil dan menengah yang tekuni  masyarakat pelaku usaha,”ujar Sucen lagi.

Penulis : Liya
Editor : Herman

 184 total views,  1 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *