BPAN LAI ; Usut Tuntas Kasus Kematian Peserta Funbike Koesja Serang

  • Share

Foto ; Wahyu Widodo (BPAN LAI)

JAKARTA, deteksionline.com-Kasus kematian salah seorang peserta Funbike Koesja Jawilan Kabupaten Serang pada Minggu (16/8) usai mengikuti kegiatan Funbike Koesja Jawilan, mendapat tanggapan dari Badan Peneliti Aset Negara Lembaga Aliansi Indonesi ( BPAN LAI) yang berkantor Pusat di Jakarta.

Melalui Koordinator Nasional Penelitian dan Pengembangan DPP BPAN LAI Wahyu Widodo meminta kepada pihak Kepolisian Polres Serang untuk mengusut kasus meninggalnya peserta Funbike Koesja itu karena diduga pihak panitia lalai dan kegiatan itu tidak ada izin dan juga tidak mengikuti protokol kesehatan yang sudah ditetapkan Pemerintah.

Hal itu dikatakan oleh Wahyu Widodo kepada Deteksi Online, Jum’at (21/8) di Jakarta. Menurutnya, kegiatan itu ilegal karena tidak dilengkapi dengan izin keramaian dari pihak Kepolisian.

” Kalau tidak ada izin berarti ilegal dan jika ada yang meninggal itu mesti diusut”, tegas Wahyu.

Terkait adanya cuitan salah satu oknum Panitia di FB yang menuduh wartawan Deteksi Online abak-abal dan membuat beeita hoax, Wahyu menuturkan itu sangat disayangkan sekali dan  karena ini menyangkut profesi wartawan dan membawa nama pribadi dan keluarga jelas amat sangat disayangkan dan harus adanya tindakan untuk menempuh jalur hukum.

“Panitia penyelengara funbike Koesja Jawilan atas adanya kejadian peserta yang meninggal harus bertanggung jawab dan aparat Kepolisian Polsek setempat sudah mengatakan tidak ada izin keramaian untuk penyelengara kegiatan funbike yang diselengarakan oleh panita,” pungkas Wahyu

“Saya berharap aparat Kepolisian setempat agar bertindak memanggil Panita penyelengara acara Funbike yang menyebabkan pesertanya ada yang meninggal dunia ini bukti sangat disayangkan di Covid-19 tidak boleh ada keramian dan menyelengarakan kegiatan dalam bentuk apapun”, tambah Wahyu.

Sementara itu Kepala Kepolisian Sektor Jawilan Serang AKP Dedy Mirza menegaskan tidak pernah memberikan izin terkait kegiatan Funbike yang di selenggarakan Komunitas Sepeda Jawilan (Koesja) yang ramai diperbincangkan karena didapat satu pesertanya meninggal dunia tertanggal 16 Agustus 2020 yang lalu.

“Selama pandemi Covid-19 ini, kami Polsek Jawilan tidak mengeluarkan izin keramaian,” tegas Dedy Mirza, Kapolsek Jawilan saat dimintai keterangan via whatsapp perihal Kegiatan Funbike Koesja yang pesertanya meninggal dunia, Kamis (20/8).

Foto ; Bukti Cuitan di FB

AKP Dedy juga mengatakan bahwa pihaknya telah memanggil panitia penyelenggara untuk dimintai keterangan.

“Namun demikian kami sudah berupaya untuk mengundang pihak panitia penyelenggara kegiatan tersebut untuk dimintai keterangan,” katanya.
Ia menambahkan terkait meninggalnya peserta Funbike Koesja belum ada laporan atau pengaduan dari pihak korban dan pihak lainnya.

“Sejauh ini blm ada laporan yang masuk ke polsek terkait tuntutan atau pengaduan dari pihak keluarga korban maupun dari pihak lainnya. Terkait kejadian yg dimaksd,” imbuh AKP Dedy.

Berdasarkan info yang didapat, peserta funbike Koesja yang meninggal dunia Goeser asal Kecamatan Cikupa Kabupaten Tangerang yang saat ini sedang menerapkan perpanjangan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Untuk diketahui, ketika seorang wartawan telah melakukan peliputannya dan dalam memberikan suatu informasi ke publik sudah sesuai dengan kejurnalistikannya dan ini pun patut diapresiasi.

Dan bahwa berita yang ditayangkan di Deteksi Online sudah sesuai prosedur dan ada narasumber yang sudah dikonfirmasi oleh wartawan yang bersangkutan dan juga Deteksi Online tidak menayangkan berita hoax.

Sementara pihak pantia Funbike Koesja Jawilan Serang sampai saat ini belum menanggapi konfirmasi yang dilayangkan Deteksi Online, walau berkali-kali dilakukan konfirmasi.

Penulis   : Budi Setiawan
Editor      : Herman

 821 total views,  1 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *