Mafia Timah Rugikan Rakyat, Senator Alexander Minta KPK Turun Tangan

  • Share

Foto : Alexander Fransiscus, Senator asal Babel

JAKARTA, deteksionline.com-Gerah dengan kondisi penambang rakyat yang terus dirugikan dengan permainan mafia timah, anggota DPD RI, Alexander Fransiscus meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turun tangan.

Akexander anggota Komite II DPD RI Bidang Pertambangan ini menilai hingga saat ini para penegak hukum seperti tidak begitu merespon situasi yang telah menyulitkan masyarakat Babel ini, khususnya soal harga jual timah yang tidak kompetitif.

Konspirasi yang dibangun oleh para mafia timah yang berimplikasi pada matinya puluhan industri smelter timah swasta ini menurut Alex bermuara pada melorotnya harga pasir timah yang dijual oleh penambang rakyat karena harga yang sudah tidak kompetitif.

Padahal menurut pria kelahiran Desa Plangas Bangka Barat ini, timah masih merupakan sektor utama yang diandalkan masyarakat dalam meningkatkan perekonomian. Namun permainan para mafia timah malah membuat situasi sebaliknya.

“Saya kira harus ada tindakan tegas bila ada oknum-oknum yang bermain. Baik Kepala Daerah maupun aparat penegak hukum atau siapa pun yang terindikasi sudah melakukan penyalahgunaan wewenang. Harus ada ditindak tegas kepada mafia timah yang sudah mengurita. Sehingga Bangka Belitung, bisa lepas dari cengkraman para mafia yang hanya menyengsarakan rakyat. Jika ternyata aparat peneggak hukum yang ada di babel ternyata kurang merespon maka KPK harus turun tangan mengusut dan menghabisi para mafia ini,” imbuh Alex, Kamis ( 20/8).

Ditambahkan Alexander Fransiscus, bahwa saat ini masyarakat, dan Bangka Belitung khusus nya butuh akselerasi untuk memulihkan kondisi ekonomi. Timah yang selama ini menjadi sektor utama seharusnya mampu menjadi solusi untuk langkah-langkah pemulihan tersebut. Namun hal tersebut tak memberikan dampak karena segala sesuatunya sudah dikuasai oleh mafia.

“Saya masih berfikir positif bahwa aparat penegak hukum yang ada saat ini tidak tebang pilih. Namun mungkin butuh dukungan lagi dari KPK sehingga bisa lebih cepat. Karena permasalahan ini sungguh urgent untuk mengembalikan kondisi ekonomi masyarakat di era new normal ini usai diterjang bencana Covid 19,” tambah mantan anggota DPRD Babel ini.

Khusus untuk PT. Timah, Alex berharap perusahaan negara tersebut dapat ambil peran terhadap situasi dan kondisi industri swasta hari ini. Alex melihat bahwa PT. Timah seharusnya membuka ruang seluas mungkin untuk bermitra dengan smelter swasta. Bukan hanya mengkhususkan pada perusahaan-perusahaan tertentu.

“Jadi tanda tanya yang besar jika hingga saat ini PT. Timah masih belum membuka keran kerjasama dengan smelter swasta yang lain nya. Sementara kami sudah mencari tahu, melakukan RDP, termasuk saya sendiri sudah melakukan penelusuran disela-sela kegiatan reses, ternyata ada beberapa perusahaan yang pernah mengajukan penawaran kerjasama, namun ditolak dengan alasan yang tidak proporsional. Ada apa ini? seharusnya PT. Timah bersikap adil. sehingga tidak ada yang merasa dimatikan sementara segelintir lainnya dihidupkan,” ujar Alex.

“Dalam membangun bangsa ini harus ada sinergi antara pusat dan daerah. Sehingga masyarakat Babel khususnya dapat merasakan filosofi keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia dalam Pancasila. Visi dan misi yang sama harus dapat mendongrak devisa negara. Perusahaan plat-plat merah ini mestinya harus bersih dari tikus-tikus yang menggerogoti. Dan sekali lagi untuk penegak hukum jangan ada lagi yang bermain didalam penindakan hukumnya jadi harus ada rasa keadilan disini jangan sampai tajam ke bawah, tumpul ke atas”, tandas Alex…(budi s)

 340 total views,  1 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *