Diduga Sediakan Jasa Sex disaat Covid-19, Bareskrim Polri Gerebek Vanesia BSD Karaoke

  • Share

Foto : Benesia BSD Karaoke

JAKARTA, deteksionline.com– Subdit lll Direktorat Tindak Pidana Umum (Dit Tipidum) Bareskrim Polri di bantu Pom Dam Jaya menggerebek tempat hiburan Venesia BSD Karaoke eksekutif yang menyediakan jasa seks pada masa pandemi Covid-19 di Jalan Lengkong, Serpong, Tangerang Selatan, Banten pada Rabu (19/8) malam.

Direktur Tindak Pidana Umum (Dir Tipidum) Bareskrim Polri Brigjen Ferdy Sambo memimpin pengerebekan bisnis haram tersebut di Vanesia BSD Karaoke, Tangerang Selatan.

“Berdasarkan Laporan Polisi Nomor 458 tertanggal 18 Agustus 2020, kami menemukan adanya dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) bermodus eksploitasi seksual di masa pandemi Covid-19 ,” kata Brigjen Sambo kepada wartawan, Rabu (19/08/20.

Sambo menjelaskan bahwa tempat karaoke tersebut diketahui telah beroperasi sejak awal Juni 2020 sampai dengan saat ini dan mempekerjakan para perempuan dari tiga wilayah berbeda.

“Kami menemukan sebanyak 47 orang perempuan yang dipekerjakan di Venesia BSD Karaoke. Mereka didatangkan dari Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Timur,” ujarnya.

Dalam operasinya, Sambo mengungkapkan, bisnis Karaoke tersebut menyediakan perempuan yang bisa melayani hubungan badan dengan tarif bervariasi.

“Venesia BSD Karaoke Executive menyediakan perempuan untuk dapat berhubungan badan dengan tarif Rp 1.100.000 sampai dengan Rp 1.300.000 per voucher,” ungkapnya.

Dari kasus ini, Kepolisian mengamankan 13 orang yang bertanggung jawab terkait bisnis haram tersebut, mulai dari mucikari, supervisor dan manager operasional.

“Kami mengamankan 13 orang terkait kasus tersebut. Diantaranya, 7 orang mucikari, 3 orang kasir, 1 supervisor, 1 orang manager operasional dan 1 orang general manager,” tandas Sambo.

Dalam pengerebekan tersebut, Polisi juga mengamankan barang bukti berupa Kwitansi 2 bundel, voucher ladies 1 bundel, uang Rp 730 juta bokingan para ladies, 3 unit mesin EDC, 12 kotak alat kontrasepsi, 1 bundel form penerimaan ladies, 1 bundel absensi, komputer 3 unit, mesin penghitung uang, printer 3 unit, 14 baju kimono sebagai kostum pekerja dan kwitansi hotel 2 lembar.

Saat ini para tersangka dan korban serta saksi dibawa ke Mabes Polri untuk dilakukan pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut, Hasil sementara dari rapid test dinyatakan negatif..( Ulis )

 211 total views,  1 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *