Ahli Kesehatan : Covid Bertambah, Karena Sosial Control Warga Yang Tak Peduli

  • Share

Foto : dr Armayani Rusli Direktur RSUD Ir.Soekarno Bangka Belitung

PANGKALPINANG, deteksionline.com – Pandemi covid-19 memang belum teratasi sampai saat ini, sehingga beberapa daerah juga masih bermuculan kasus-kasus baru termasuk di Bangka Belitung.

Menurut ahli kesehatan RSUD Dr. (H.C.) Ir. Soekarno Provinsi Bangka Belitung, Armayani Rusli Sp.B .Finacs. Sejumlah daerah pun masih “pasang” zona masing-masing. Ada merah, kuning dan hijau. Di satu sisi sebenarnya secara pendekatan kesehatan atau klinikus tentu saja sudah banyak upaya masif dilakukan untuk semakin mencegah bertambah angka kasus pasien terpapar Covid-19.mulai dari test PCR swab, trakcing, rapid tes masal dan sebagainya.

Tetapi nyatanya berbagai upaya ini belum lah mampu untuk menghalau penyebaran covid-19 agar tidak semakin meluas dan korban terus berjatuhan.Dan ini salah satu faktornya juga dari sosial control.

Karenanya ia menyayangkan seperti di sejumlah resto, pusat hiburan dan titik pusat kota lainya malah ada yang buka aktivitas pelayanan sampai larut malam, sehingga cenderung di manfaatkan anak-anak muda atau masyarakat untuk berkumpul atau nongkrong.

” Saya berharapnya teman-teman yang aktif di medsos juga harus lakukan sosial control bahkan kalau bisa juga lakukan survei.Malam minggu atau bahkan di pantai ramainya seperti apa.Karena ini adalah kondisi yang memperihatinkan,sebab kalau
pemerintah, lsm, relawan, lembaga-lembaga yang bergerak di bidang kesehatan sudah melakukan kegiatan yang masif, tetapi kalau justeru masyarakatnya masih rendah kepeduliannya, kesadarannya. Kita liat juga di pasar-pasar berkerumunan banyak orang tapi enggan pakai masker dan sebagainya.makanya kalau seperti ini terus, khawatir perkiraaan kita sampai tahun depan kondisinya pum masih akan sama seperti ini,” sebut dokter asal Padang tersebut.

Dijelaskannya lebih lanjut bahwa sebetulnya corona virus (covid-19) ini
sudah bukan lah barang baru , bahkan sudah ada sejak 1918 di Spanyol.Bahkan ketika itu Spanyol diriwayatkan membutuhkan waktu
untuk recovery 3 tahun yakni sampai 1921-1922.

“Dan setelah itu kemudian baru terjadi perang dunia ke I dan -II.Jadi sejarahnya sampai 1966 dunia ini seperti kacau terus. Tetapi di era sekarang pun sebenarnya kita tidak berperang lagi dengan sesama manusia , tidak lagi berperang dengan senjata, tetapi yang kita lakukan sekarang adalah bagaimana agar masyarakat kita bisa peduli, patuh melakukan sesuai protokol covid dengan menerapkan jaga jarak, physcal distancing. pakai masker, biasakan sering cuci tangan atau begitu selesai beraktivitas dan kembali rumah langsung mandi dan langkah-langkah pencegahan lainnya,” tambah dokter yang kini menjabat sebagai Direktur Rumah Sakit Ir.Soekarno Bangka Belitung tersebut.

dr.Armayani Rusli mengaku yakin, kalau saja protokol kesehatan pencegahan covid-19 dan kebiasaan pola hidup sehat ini dapat dilakukan dan dipatuhi bahkan mulai dari organisasi yang paling kecil yakni rumah tangga, dengan pola hidup.

Maka penyebaran virus corona ini tidak akan semakin meluas dan menyebabkan semakin banyak korban berjatuhan. Selain covid-19, sadar ataupun tidak sebenarnya kata sang dokter, Indonesia sebagai negara berkembang juga dihadapkan dengan masalah yang tidak lah kecil yakni mempersiapkan generasi Indonesia yang sehat dan kuat , bebas stunting.

“Kasus positif covid-19 dan kematian orang dengan Corona Virus itu sebenarnya tidak ada hubungannya dengan Coronanya sendiri, tetapi orang-orang itu meninggal dengan penyakit bawaan atau penyakit penyerta. Dan penyakit ini ada pada orang yang gizinya kurang. Apalgi memang orang-orang dengan kasus stunting ini bukan tiba- tiba tetapi sudah ada di tubuh bertahun-tahun, 20 tahun atau bahkan sejak masih dalam kandungan, makanya ditambah lagi dengan adanya Corona ini maka mudah sekali menjadi penyebab angka kematian akibat Covid-19 semakin bertambah termasuk di Indonesia,” tandasnya.( liya).

 291 total views,  1 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *