Peti Mati Dari Lidi Nipah Babel Mulai dilirik Pasar Internasional

  • Share

PANGKALPINANG, deteksionline.com- Pasca sukses melakukan pelepasan ekspor perdana Lidi Nipah asal Desa Kota Kapur Kecamatan Mendobarat Kabupaten Bangka sebanyak 12 ton beberapa waktu lalu bersama Menteri Koperasi dan UMKM Republik Indonesia, kini pemerintah Provinsi Bangka Belitung pun semakin percaya diri dan bertekad akan terus melanjutkan ekspansinya tersebut guna memenuhi permintaan pasar luar negeri yang disebut-sebut banyak “jatuh cinta” dengan kualitas Lidi Nipah asal Bangka Belitung tersebut.

Salah satu upaya yang kini ditempuh Pemprov melalui Dinas Koperasi dan UMKM Babel adalah gencar melakukan sosialiasi atau memotret ke Desa-Desa yang dinilai memiliki potensi sebagai wilayah produksi Lidi Nipah seperti Kota Kapur, Jade Bahrin, Tugang Jebus, Bangka Kota, Kota Waringin, Kayu Arang, dan Tuing Belinyu.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Koperasi & UMKM Bangka Belitung, Elfiyena di dampingi Adi Setiawan Kepala Seksi Penyelenggara Pelatihan Diskop UMKM Babel kepada Deteksi Online, Kamis (13/8) mengakui bahwa selain gencar sosialisi, pihaknya juga mengaku sudah memfasilitasi pelaksanaan pelatihan pemanfaatan Lidi Nipah home decor seperti yang telah dilaksanakan dari 11 Agustus – 14 Agustus 2020 di salah satu hotel di Pangkalpinang dalam kegiatan Pelatihan Kewirausahaan Bidang Keterampilan Usaha Produktif ( Kerajinan Lidi Nipah) Tahun 2020.

Dalam kegiatan pelatihan para peserta sebanyak 33 orang yang merupakan para pengerajin dari berbagai wilayah di Babel, dampingi Alfikri Yogyakarta bagaimana mengolah Lidi Nipah ini menjadi sebuah kerajinan yang unik dan memiliki nilai jual seperti Cermin, Figura, Pas Bunga, Keranjang, Lampu unik hingga Peti Mati.

” Seperti peti mati yang bisa dibuat dari lidah ini ternyata untuk produk ini banyak permintaan dari luar negeri.Karenanya kita ingin pemanfaatan lidi nipah ini bukan saja di jual dalam lidi batangannya tetapi juga hasil seni kreasi produk turunannya yang tentunya akan semakin menambah nilai jual,” ujar Elfiyena, Kamis
(13/8).

Elfiyena juga berharap ke depan peran pemerintah desa juga harus makin aktif mendampingi masyarakat agar semakin terdorong untuk menggeluti sektor usaha khususnya melalui pemanfaatan Lidi Nipah. Karena potensinya cukup besar dan pemasarannya juga tidak perlu di khawatirkan.

“Sebab nyatanya setelah ekspor perdana kemarin, para buyer di luar negeri sangat merespon bahwa segera meminta Bangka Belitung mengirimkan Lidi Nipahnya lebih banyak lagi minimal 4 kontainer,” kata Elfiyena optimis.( liya)

 440 total views,  1 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *