Ibrahim : OBL Tak Harus Buru- Buru diSyahkan

  • Share

Rektor UBB Ibrahim

PANGKALPINANG, deteksionline.com – Pengamat Sosial dan Politik Universitas Bangka Belitung ( UBB), Ibrahim menilai rencana pengesahan Rancangan Undang- Undang ( RUU Omnibus Law ( OBL) sebaiknya tak perlu dilakukan secara terburu-buru.

Karena pemerintah pun sebetulnya ketika menyusun sebuah RUU atau kebijakan, maka pastinya harus berangkat dari basis kebutuhan. Disatu sisi dampaknya di lapangan bagi para pencari kerja, pekerja adalah juga membutuhkan hal- hal yang sifatnya terjamin.

“Oleh karenanya kami mengajak pemerintah kembali mendudukan dulu persoalan OBL ini secara proporsional.Artinya kalau potensi-potensi yang merugikan tenaga kerja maka harus dihadapi dengan arif, jangan terkesan buru-buru terlebih di tengah konflik dan resistensi ekonomi yang terjadi sekarang akibat pandemi Covid-19.”sebut Ibrahim.

Misalnya, jelas Rektor UBB tersebut bagaimana membuat sebuah konsep dalam menguatkan semangat bagi para lulusan fresh graduate untuk mendapatkan peluang kerja ataupun optimis mampu menciptakan kemandirian dengan membuka ruang kerja baru. Salah satunya tentu saja hal ini aspirasinya perlu di dengar oleh pemerintah

.” Oleh karena itu sebagaimana yang saya nilai bahwa pemerintah memiliki standarisasi kebijakan, dan karena itu perlu dialog, sehingga tidak dinilai membuat kebijakan yang sifatnya hanya sepihak termasuk menyangkut OBL ini yang tentu saja menurut kami tidak perlu buru-buru, sebab bisa dijelaskan secara terbuka kepada masyarakat dan pencari kerja maupun pelaku usaha.” Jelas Alumni program Doktor ( S3) UGM yang satu ini..(liya)

 299 total views,  1 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *