Deteksi Tilang Elektronik Sangat Efektif Dan Valid dalam Pembuktian

  • Share

JAKARTA, Deteksionline.com: Penggunaan technologi dalam penegakan hukum terhadap pelanggaran lalu lintas dan angkutan jalan pada  era digital sebagai cermin modernitas dalam pelaksanaan operasional managemenLalu lintas dan angkutan Jalan.

Hal ini diungkap Pemerhati masalah Transfortasi, Budiyanto, S. Sos,  MH dalam siaran resmi diterima deteksionlinhe, Kamis (23/7/2020).

“Dalam managemen Lalu lintas disebutkan bahwa lalu lintas merupakan urat nadi kehidupan ,cermin budaya dan modernitas dengan demikian pengemban fungsi harus mampu menjaga, memelihara dan mewujudkan dengan baik,” ujar Budiyanto.

Cara mewujudkan antara lain, ujarnya, dengan menghadirkan salah satu fungsi lalu lintas di bidang penegakan hukum secara modern dan menjaga konsistensinya.

Sistem penegakan hukum yang dimaksud  adalah Penegakan hukum yg dikemas  dalam sistem elektronik ( CCTV ) dengan  menggunakan beberapa tehnologi antara lain :

ANPR ( automatic number plate recognition ,Speed radar, chek point dan sebagainya.

“Alat dgn tehnologi tsb mampu mendeteksi atau mengcupture scr otomotis dan hasilnya langsung tersimpan dalam

Back office di ruang kendali dalam bentuk photo maupun vidio yang dapat digunakan sebagai alat bukti di Pengadilan,” katanya.

Efektivitas penegakan hukum dengan dibantu CCTV bertehnologi tinggi dapa dibuktikan dari proses kerja alat tsb,antara lain :

  1. Dapat mengcupture/ photo  scr otomotis.

2.Hasilnya tersimpan dlm back office dlm bentuk photo atau vidio.

3.Semua pelanggar bisa tertangkap semua, sesuai dengan fungsi alat tsb.

4.bekerja selama 1 x 24 jam.

5.menghindari KKN.

6.Perdebatan antara petugas dan pelanggar dapat dihindari.

7.kualitas pembuktian bisa terjamin.

Ditlantas Polda Metro Jaya telah memprakarsai tilang elektronik dengan dibantu CCTV

sudah berjalan hampir 2 ( dua ) tahun dan sempat terhenti selama PSBB ,dan rencananya akan diaktifkan kembali bersamaan dengan Operasi Patuh yag digelar mulai tanggal 23 Juli sd 5 Agustus 2020 dibeberapa titikn yang sudah ditentukan.

“Operasi patuh tahun 2020 sebagai  momentum untuk evaluasi dan mengefektifkan kembali serta mengembangkan penegakan hukum dengan sistem elektronik terutama pada ruas- ruas penggal jalan yang rawan pelanggaran lalu litas dan sulit ditertibkan antara lain Pelanggaran melawan arus,” tegas Budiyanto. (ulis)

 

 268 total views,  1 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *