Camat Tambun Utara Ajak Masyarakat Sinergi Tangani Sampah

  • Share

Bekasi-deteksionline.com-Peresmian Bank Sampah Firdaus (BSF) yang dihadiri Camat Tambun Utara Deni Mulyadi, Ketua RT 14/12 Desa Satria Mekar Mujiono dan puluhan warga perwakilan dari Desa Srijaya, Desa Sriamur, Desa Jalen Jaya, Desa Setia Mekar, Sabtu (29/2) di Desa Satria Mekar, Kecamatan Tambun Utara, Bekasi.

Dalam sambutannya, Camat Tambun Utara Deni Mulyadi mengutarakan, Tambun Utara ini sudah dalam kondisi darurat sampah. Semua harus bersinergi menanganinya.

“KIta semua harus bersinergi untuk menangani sampah jangan sampai terjadi bencana akibat sampah yang menumpuk seperti beberapa bulan lalu di Kali Busa. Kejadian di Kali Busa ini sampai viral, ini harus dicegah”, ujar Camat Deni.

Oleh karenanya, Camat Tambun Utara sangat mendukung program BSF yang dirintis warga Villa Gading Harapan 5 RT 14/12 Desa Satria Mekar ini.

” Kami mengapresiasi langkah besar Yayasan Indonesia Membangun Sejahtera yang telah memberdayakan masyarakat untuk mendirikan BSF sebagai upaya pemberdayaan masyarakat dan merubah mindset masyarakat terkait sampah itu kotor, jijik dan tak berguna menjadi sesuatu yang bermanfaat dan dapat membantu perekonomian keluarga”, tandasnya.

Camat Deni melanjutkan, akan sampaikan program BSF ini kepada seluruh Kepala Desa di Tambun Utara untuk bersinergi dan mendukung program BSF dalam musrenbang.

” Saya akan sampaikan orogram BSF ini dalam musrenbang karena Sampah di Tambun Utara sudah dalam tahapan darurat,harus segera dibuat terobosan yang signifikan,” imbuhnya.

Peresmian yang digelar di lahan komersil seluas 200 meter milik Perumahan ini diisi pemaparan singkat oleh Euis kader motekar Provinsi Jawa Barat.

Dalam penjelasannya Euis menerangkan bahwa, “sampah ini dapat menambah penghasilan keluarga jika tahu ilmunya, maka hari ini kita belajar bersama tentang bagaimana mengolah sampah agar menjadi pendapatan,”katanya dihadapan 60 orang peserta.

Sementara itu Ketua BSF Desa Satria Mekar, Muda Anggara atau yang akrab disapa Dodi mengatakan, “BSF ini berdiri dilandasi oleh sebuah kesadaran sekelompok orang akan pentingnya menjaga bumi yang kita tempati. Cintai Alam maka Alam akan mencintai kita, itu motto BSF, kami juga ingin BSF ini menjadi pusat pemberdayaan Ibu-Ibu dan anak yatim, kaum dhu’afa sehingga mampu membantu perekonomian mereka,”ungkapnya.

Sedangkan Jhonpit Sekretaris BSF, “BSF ini akan berjalan jika menggandeng berbagai pihak, oleh karenanya dalam kepengurusan ada seorang perempuan inspiratif yang siap memberikan pelatihan keterampilan kepada masyarakat yang mau datang ke BSF, seorang Ibu yang biasa disapa Euis ini siap membaktikan dirinya di BSF demi terwujudnya Bekasi Baru Bekasi Bersih, Euis juga merupakan kader motekar Provinsi Jawa Barat yang sudah sangat berpengalaman dalam mengelola sampah organik dan non organik”, katanya …(ruk)

 643 total views,  1 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *