by

Budiyanto: Genangan Air Mereduksi Jalan Timbulkan Macet Parah

 

JAKARTA, deteksionline.com – Pengamat Tramsfortasi, Budiyanto berdasarkan analisanya memeridiksi bahwa dalam situasi cuaca normal khususnya di Jakarta masalah kemacetan sulit untuk dihindari karena pada umumnya jalan- jalan sudah mengalami over Capacity terutama pada jam – jam arus pergi dan arus balik ( Pagi- siang – sore ).

Hal ini dikatakannya di Jakarta, Rabu di Jakarta kepada deteksionline.com dan Amunisinews.co.id.

Belakangan Jakarta beberapa kali dihadapkan pada curah hujan yang cukup  ekstrim yang berakibat pada banjir di pemukiman dan Genangan air di Jalan- Jalan.

“Banjir yang terjadi di pemukiman dan genangan air di jalan adalah situasi yang tidak terpisahkan ,ada keterkaitan dan hubungan antara situasi disatu tempat dan tempat lain karena dikedua lokasi atau tempat tersebut semua ada aktivitas dan semua akan menggunakan ruang lalu lintas termasuk banjir dan genangan air juga berada di ruang lalu lintas,” jelasnya.

Adanya genangan air di dalan secata ototomatis akan mereduksi kapasitas Jalan dan Jalan tidak dapat berfungsi secara maksimal ditambah Jalan basah,licin dan sebagainya.

“Dalam situasi seperti itu secara naluri alamiah para pengguna jalan akan mencari jalan yang aman dan mudah sesuai dengn seleranya termasuk memperlambat kendaraannya karena  jalan basah dan licin,” papar Budiyanto.

Proses rekayasa yang terjafin, kata Budiyanto, secara alamiah akan membentuk pola berlalu lintas secara naluri dan alamiah.

Di pihak lain pada saat turun hujan ,kecenderungan pengawasan petugas akan kendur dan tidak maksimal kerena berbagai situasi yang melatar belakangi antara lain keterbatasan personil,keterbatasan sarana dan prasarana serta koordinasi kurang maksimal.

“Situasi seperti ini tentunya akan berdampak pada kemacetan yang makin parah karena berbagai situasi yang akan terpola secara alamiah,” katanya.

Misalnya waktu dan titik tertentu
akan terjadi penumpukan kendaraan.Proses rekayasa yang terjadi secara  alamiah,apabila kurang kontrol dan tidak diarahkan dapat menimbulkan Crodit / kemacetan.

“.Situasi ini akan sulit terpecahkan apabila petugas  terlambat dlm antisipasi. Munculah masalah sosial Pak Ogah yang ikut mengatur lalu lintas berdasarkan selera dan imbalan Jasa,” ujarnya.

Sebenarnya situasi seperti ini tidak perlu terjadi ,apabila ada perencanaan yang melibatkan stakeholders yang bertanggung jawab dibidang lalu lintas secara terintegrasi baik dalam tatanan perencanaan sampai dengan tahap implementasi dilapangan.

Karena, katanya,  selama yang sering muncul situasi yang kontradiktif dimana pada tahap perencanaan terlihat bagus namun dalam tahap implementasi tidak berjalan dengn maksimal dikarenakan  lemah dalam fungsi kontrolnya.

Solusi pragmatis dan mudah dilapangan,al :
1.Penempatan personil terpadu pada lokasi atau ruas penggal.jalan yg rawan banjir.
2.Persiapkan tehnis relayasa lalu lintas scr dinamis.
3.Standbykan mobil- mobil derek & ambulance untuk.hadapi situasi.kontijensi.
4.Gunakan media RTMC dan media2 lain untuk menyampaikan perkembangan situasi banjir dan situasi lalu lintas scr riel time.
5.Giatan patroli terpadu scr intens.
Situasi seperti in / curah hujan ekstrim sudah sering kita alami sehingga tidak perlu terjadi dampak curah hujan berakibat pada kemacetan yang parah ,sepanjang dipersiapkan dengan baik dari mulai perencanaan sampai dengan tahap implementasi di lapangan dgn memaksimalkan fungsi kontrol dengan didukung kesadaran pengguna jalan untuk disiplin dan memahami tata cara berlalu lintas yang benar sesuai apa yg diamanahkan dalam Undang- Undang Lalu lintas & angkutan Jalan. (lis/dra)

155 total views, 2 views today

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed