Foto // gedung kuliah terpadu IAIN SAS Babel Bermasalah

PANGKALPINANG, deteksionline.com- BPKP Perwakilan Bangka Belitung ( Babel) saat ini sedang melakukan 4 audit kasus dugaan korupsi yang diminta oleh penyidik, baik itu penyidik dari Kejaksaan ataupun Kepolisian.

Junaidi yang mewakili BPKP Perwakilan Babel mengungkapkan, 4 kasus dugaan korupsi yang sedang dilakukan audit oleh BPKP Perwakilan Babel, 1 sudah selesai diaudit dan 3 kasus masih dalam tahap diskusi bersama penyidik.

” BPKP bertugas mengaudit kasus atas permintaan penyidik, kita bukan serta merta cuma menghitung saja namun yang kita hitung adalah audit kerugian negara tetapi tentu dengan prinsip-prinsip bagaimana menghitung kerugian negara, tidak serta merta yang diminta penyidik itu kita hitung, ada beberapa yang harus kita koordinasikan kembali, memang ada kasus yang cepat kita hitung seperti kasus PJU Belitung yang kita hitung hasilnya bukan total lost seperti yang dikatakan penyidik tetapi net lost”, terang Junaidi, Senin (16/12/2019) di kantornya Komplek Perkantoran Gubernur Babel Air Itam Pangkalpinang.

Untuk kasus yang agak berat karena nilai pagu dananya yang besar seperti kasus BLH Bangka Tengah, Gedung kuliah terpadu IAIN SAS Babel dan BPRS Bangka Barat itu agak lama karena agak rumit.

” Ada kasus yang berbulan-bulan hingga tahunan kita audit seperti kasus gedung  kuliah terpadu IAIN SAS Babel, kasus BLH Bangka Tengah dengan tersangka Ali Imron, kasus BPRS Bangka Barat yang belum ada tersangka namun untuk BPRS Bangka Barat ini kerugian negara cukup besar, tetapi belum selesai kita audit”, terang Junaidi.

Junaidi sebutkan juga BPKP melakukan audit itu tidak bisa semena -mena, tidak bisa serta merta sesuai kehendak pinyidik namun kita harus profesional.

” BPKP dalam melakukan audit tidak bisa semena – mena, tidak bisa serta merta sesuai kehendak penyidik namun BPKP harus profesional, kita tanya sama penyidik, apa dasarnya kasus ini dikatakan total lost, apakah ada ahli yang mengatakan itu total lost, semuanya kita diskusikan kembali kepada penyidik karena nanti hasil audit BPKP itu nanti akan diuji di Pengadilan”, terangnya.

Untuk diketahui, saat ini ada 3 dugaan kasus korupsi yang sedang ditangani oleh pihak Kejaksaan sedang dalam tahap menunggu hasil audit dari BPKP Perwakilan Babel, yaitu BLH Bangka Tengah, BPRS Bangka Barat dan PJU Belitung ( PJU Belitung sudah selesai diaudit BPKP Perwakilan Babel dengan hasil Net lost).

Sementara 1 kasus sedang dalam tahap diskusi dengan penyidik Tipikor Polda Babel adalah kasus dugaan korupsi gedung kuliah terpadu IAIN SAS Babel dengan pagu dana 29 miliar rupiah lebih..( her ).