Close

SUNGAILIAT, DETEKSIONLINE.com– Ketua GMPK ( Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi) Efendi Harun SH nilai aktifitas Pt Pulomas Sentosa yang melakukan pengerukan pasir di muara Air Kantung Jelitik, tidak profesional dan dampaknya merugikan daerah ini.

Pasalnya sudah bertahun tahun melakukan aktifitas pengerukan, namun belum tahu status hukumnya dengan jelas. Izin angkut gimana? Dijual kemana dan yang beli siapa serta dikirim kemana.?

Menurutnya, dalam kondisi saat ini Pulomas yang sedang diaudit oleh inspektorat Bangka,  minta keringanan pajak galian C, dan itu sangat tidak wajar. Sebab berdasarkan perda Bangka sebesar Rp.11.000; dan dulu jaman bupati lama terjadi penurunan Rp.3.500;.

Dampaknya memunculkan kasus dan beberapa pejabat pemkab Bangka diperiksa dan akhirnya di SP3 kan. Dengan begitu ada sesuatu yang salah.

”Sekarang ditengah ketidak jelasan Pulomas, pihak Pulomas minta diturunkan lagi pajaknya sebesar Rp.3000; Hal ini jelas menunjukkan tidak profesionalnya Pulomas dalam bekerja dan yang dirugikan daerah ini,”tutur Effendi Harun, Jum’at (23/8) di ruang kerjanya.

Ditambahkannya, kita ingin sampaikan kepada rakyat, kita ingin tahu tentang kinerja Pulomas itu gimana? Selain ngeruk pasir, ngeruk apa lagi? Kita berharap penguasa negeri ini betul-betul mengedepankan kepentingan rakyatnya dan juga daerah ini. Jangan sampai hanya untuk kepentingan kelompok oknum-oknum tertentu.

“Kalau kenyataannya sudah tidak beres masak mau diizinkan lagi. Kita berharap kepada pemerintah, jangan memberi kebijakan untuk kelompok-kelompok tertentu,” ujar Effendi Harun.

Dijelaskannya, bahwa Pulomas yang sudah melakukan kegiatan didaerah ini, tidak nenguntungkan. PAD kita tidak naik-naik dan jauh pendapatannya dibandingkan tetangga kabupaten sebelah. Kalau dibiarkan terus mau jadi apa daerah kita ini? Kita prihatin dan kita harap Bupati mampu melihat dengan kejernihan persoalan Pulomas.
Jangan mau diinterpensi oleh oknum-oknum tertentu atau siapapun yang mencari keuntungan sendiri. Kemudian kita juga berharap anggota dewan yang baru mampu mengawal persoalan tentang pulomas.

”Jadi dalam kaitan Pulomas saat ini minta keringan pajak, saya nilai tidak profesional dan merugikan rakyat daerah ini. Yang tahun sebelumnya tidak beres, sekarang minta keringan pajak. Aneh dan tidak profesional dalam bekerja,”tutup Effendi Harun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll UpScroll Up
Share this product!