Gebrak Babel Soroti Proses Lelang Beberapa Paket di Satker SDA Babel

  • Share

PANGKALPINANG, DETEKSIONLINE.COM- Beberapa proses lelang paket pekerjaan di Satker SDA Balai Besar Sumatera Wilayah VIII Kementrian Pekerjaan umum tidak ada kepastian, diduga semua paket lelang itu dilakukan lelang ulang semua tanpa sebab.

Berdasarkan pantauan Deteksi Online di internet, Minggu (24/02) ada 5 paket yang sebelumnya muncul, ternyata sekarang semua paket itu hilang di LPSE. Padahal beberapa perusahaan asal Provinsi Bangka Belitung yang ikut lelang dalam paket itu sudah banyak memenuhi persyaratan dalam lelang, namun aneh Panitia lelang mengadakan lelang ulang dengan alasan yang tidak jelas. Seperti pada paket peningkatan jaringan D.R Dungun Raya, Paket Batu Batu Betumpang, Paket Selingsing Belitung dan ada lagi yang lain, belum ada kepastian pemenang.

Salah satu peserta lelang FR saat ditemui di salah satu warung kopi di Pangkalpinang. Ia mengatakan lelang pengumuman pascakualifikasi adalah di tanggal 20 Desember 2018 hingga 31 Desember 2018.

“Upload dokumen penawaran mulai 28 Desember 2018 sampai 10 Januari 2019 dengan history perubahan 1 kali perubahan. Sementara tahapan evaluasi administrasi, kualifikasi teknis, dan harga dimulai pada 11 Januari 2019 sampai dengan 22 Februari 2019,” jelasnya, Minggu (24/2).

Dengan demikian, ada 4 kali history perubahan, inilah yang dijadikan alasan perpanjangan pada tahapan lelang.

“Beberapa alasan yang dikemukakan pihak Satker SNVT PJPA Sumatera VIII Babel adalah, masih dalam tahap evaluasi, proses kualifikasi dan pembuktian lapangan. Sementara alasan kedua, adalah perubahan jadwal ini dikarenakan dibutuhkan tambahan waktu untuk melakukan evaluasi penawaran,” imbuhnya.

Selain itu, masih menurut FR, alasan ketiga adalah masih dalam proses evaluasi administrasi, kualifikasi, teknis dan harga.

Dan alasan keempat, perubahan ini dikarenakan adanya Addendum Dokumen pemilihan. Dan perlu disampaikan, sumber dana berasal dari APBN, DIPA SNVT PJPA Sumatera VIII Provinsi Bangka Belitung, Tahun Anggaran 2019.

“Sedangkan dalam aturan lelang sudah sangat jelas dengan sistem gugur dan harga terendah. Dengan banyaknya history perubahan maka kami berasumsi, panitia tidak siap untuk melelang paket tersebut dan kami merasa SDM- nya Pokja Pemilihan 05 Pekerjaan Konstruksi ULP Bangka Belitung Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Tahun Anggaran 2019 tidak mampu untuk memikul amanah Kementerian Pekerjaan Umum untuk melakukan proses lelang di Bangka Belitung ini,” ujar FR.

Sementara itu Ketua LSM GEBRAK Babel mengatakan bahwa melihat dari proses tender yang dilakukan pihaknya menduga Satker akan mengarahkan pada kontraktor yang memiliki koneksi dengan KaSatker SNVT PJPA Sumatera VIII Provinsi Bangka Belitung.

“Kami juga akan melaporkan hal ini pada instansi hukum. Agar pihak terkait dapat mengawasi jalannya proses lelang tersebut,” tegasnya, Minggu sore lewat sambungan ponsel, (24/02).

Menurut penelusuran pada laman website lelang, lanjut Herman, di kolom penawaran sudah jelas terpampang perusahaan- perusahaan yang sudah menawar dalam proses lelang tadi,yaitu :

CV. BOMAX SAKTI Rp 1.420.757.438,54

GRAHA ANUGERAH Rp 1.466.284.207,15

HARAPAN RAYA SENTOSA Rp 1.482.309.932,09

PUTRA SETRA GANDA Rp 1.538.570.703,21

CV UPAYA Rp 1.543.757.937,54

MIANDA KARYA Rp1.543.824.953,71

CV.OKTA JAYA ANUGERAH Rp 1.562.656.560,54

BANGKA GRAHA MANDIRI Rp 1.571.369.687,67

CV. PULAU HARAPAN Rp 1.572.840.099,47

JOYCE CRIS JAYA Rp 1.583.898.980,60

ADI GUNA KARYA Rp 1.603.692.060,14

PT. TOLPING JAYA Rp 1.607.350.452,04

CV.KHAIRUNNISA Rp 1.661.810.586,40

CV MULTI SARANA Rp 1.664.398.768,48

CIKARA BUMI ANJAYA Rp 1.691.578.555,99

“Halaman web ini memiliki alamat https://lpse.pu.go.id/eproc/lelang/view/46895064 .

“Sementara kami mensinyalir modusnya adalah perusahaan yang sekarang ikuti proses lelang seperti pada paket pekerjaan Batu Betumpang, sebenarnya justru berada jauh di urutan bawah, ini dilakukan agar mereka dapat kembali ikut serta sebagai perusahaan yang ikut proyek tadi,” ungkapnya.

Disaat yang sama media Deteksi Online coba lakukan konfirmasi perihal ini ke Kepala Satker SNVT PJPA Sumatera VIII Provinsi Bangka Belitung, Joni Rahalsyah Putra ST, MTech, Ketua Panitia Lelang Supiyatna, serta Sekretaris Lelang Dodi Krisna, belum diperoleh jawaban sampai berita ini ditayangkan. Dan terus diupayakan konfirmasinya..(Robi Brewok)

 2,112 total views,  1 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *