Terancam Molor, Ini Kata PPK Terkait Proyek Rp27 Miliar STAIN SAS Babel

  • Share

terancam moloir-2

PANGKALPINANG, DETEKSIONLINE. COM– Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek pembangunan gedung kuliah terpadu di kampus STAIN SAS Babel menegaskan telah mempersiapkan dokumen perpanjangan waktu kepada pihak kontraktor guna penyelesaian pembangunan gedung kuliah terpadu dengan mengacu peraturan menteri keuangan (PMK) No. 25/ PMK.05/ 2016 (Pasal 22-28).

Demikian yang disampaikan Hadarah selaku PPK proyek tersebut kepada deteksionline.com via pesan elektronik WA messenger belum lama ini.

Dikatakan Hadarah, bahwa bilamana pekerjaan pembangunan gedung kuliah itu tidak selesai di akhir tahun maka sesuai mekanisme penyelesaian pekerjaan kontrak tahun proyek SBSN yang tidak selesai sampai dengan akhir tahun anggaran maka PMK No. 25/ PMK.05/ 2016 (Pasal 22-28) sebagai acuannya.

“Saat ini kami sedang mempersiapkan dokumen perpanjangan waktu pelaksanaan pekerjaan,” katanya.

Menurut Hadarah, dalam PMK No.25/ PMK.05 /2016 itu dijelaskan bilamana pekerjaan sampai akhir tahun anggaran tidak selesai maka pihak kontraktor membuat surat pernyataan kesanggupan. Surat pernyataan kesanggupan yang dimaksud antara lain ;

– Sanggup menyelesaikan sisa pekerjaan paling lama 90 hari kalender sejak berakhirnya masa pelaksanaan pekerjaan.

– Bersedia dikenakan denda keterlambatan penyelesaian pekerjaan.

– Tidak menuntut denda/ bunga apabila terdapat keterlambatan pembayaran pada TA berikutnya akibat keterlambatan penyelesaian revisi anggaran.

“Nah, PPK akan meneliti apakah pihak kontraktor akan mampu menyelesaikan keseluruhan pekerjaan setelah diberikan kesempatan 90 hari kalender sejak berakhirnya masa pelaksanaan pekerjaan,” terangnya.

terancammolor-1

Apabila telah disepakati maka kontraktor melanjutkan penyelesaian sisa pekerjaan sesuai dengan perubahan/ addendum kontrak dengan syarat pihak kontraktor memperpanjang masa berlaku Jaminan Pelaksanaan Pekerjaan 5 % dari nilai pekerjaan sebelum penandatanganan Adendum kontrak dan menambah nilai jaminan jika perhitungan denda keterlambatan sesuai surat pernyataan kesanggupan > 5 % atau maksimal 9% dan tentunya penerapan denda berjalan perharinya 1/1000 dari pagu dana keseluruhan.

“Addendum kontrak dilaksanakan sebelum jangka waktu kontrak berakhir dan tidak boleh menambah waktu/ masa pelaksanaan pekerjaan,” bebernya.

Disinggung soal pembayaran uang yang telah dicairkan dengan progres pekerjaan. Hadarah menyebutkan pencairannya baru dilakukan pada termin 1.

 

“Dicairkan baru termin 1 yakni 25 persen,” tukas Hadarah tanpa menyebutkan progres pekerjaan saat ini.

Seperti dilansir media ini sebelumnya, proyek pembangunan gedung kuliah terpadu STAIN SAS Babel. Proyek yang menelan dana Rp 27 miliar bersumber dari APBN tahun 2017 melalui kementerian agama ini dipastikan molor dari penyelesaian pekerjaan.

Pasalnya dalam pantauan wartawan, Jum’at (8/12/2017) proyek pembangunan gedung kuliah terpadu STAIN SAS Babel sudah dikategorikan tergolong mengkhawatirkan, lantaran hingga bulan Desember 2017 ini realisasi progres pekerjaan baru mencapai  25 persen dari semestinya sehingga masuk dalam kategori progres kritis.

Mukti (60) yang mengaku selaku Proyek Maneger yang ditemui di lokasi mengakui kalau proyek pembangunan gedung kuliah terpadu milik STAIN SAS Babel molor dari kontrak, namun menurutnya hal itu disebabkan faktor cuaca serta peralatan yang rusak.

” Iya memang  molor, molornya karena faktor cuaca dan peralatan yang rusak,” ujar Mukti kepada sejumlah wartawan, Jum’at (08/12/2017) dikampus STAIN SAS Babel.

Mukti menambahkan, berkaitan dangan proyek pembangunan ini kedepan, pihaknya selaku Pelaksana dalam mengantisipasi penyelesaian yang tidak tepat waktu, pihaknya  akan mengambil langkah extra, seperti menambah tenaga tukang dan peralatan.

” Kedepan kita akan extra penambahan tenaga tukang dan peralatan,” imbuhnya.

Disinggung soal pekerjaan yang disinyalir ada dugaan melenceng dari metode pelaksanaan. Mukti terkesan enggan untuk menjawabnya dan hanya menyatakan itu lebih disebakan faktor cuaca saja.

“Faktor cuaca saja itu,” tukas Mukti.

Sementara itu, Kasi Penkum Kejati Babel, Roy Arland ketika dikonfirmasi terkait proyek pembangunan gedung  kuliah terpadu yang mendapat pendampingan TP4D Kejati Babel, Roy tidak banyak berkomentar.

“Progress yg bagus, agar ditingkatkan lagi,” sindirnya melalui pesan WA messenger, Sabtu (9/12/2017).

Untuk diketahui, proyek pembangunan gedung kuliah terpadu STAIN Syaikh Abdurrahman Siddik yang berlokasi di jalan raya petaling kilometer 13 Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka, nilai kotrak Rp 26.900.000.000, nilai pagu paket Rp 27.500.000.000, no kontrak 610/STI.142/KS/01.1/08/2017, Sumber Dana SBSN Dipa STAIN SAS BABEL 2017 dengan jadwal pelaksana 4 (empat) bulan (September S/D Desember 2017).

Proyek pembangunan yang dikerjakan oleh PT Tirta Dhea Addonnics Pratama.(robi)

 

 571 total views,  2 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *