Akui Yerusalem Sebagai Ibukota Israel, TARI : Kami Mengecam Aksi Sepihak Donald Trump

  • Share
IMG-20171210-WA0043
Ketua Umum Tari Larry Hidayat Nugroho.

JAKARTA, DETEKSIONLINE.COM – Ketua Umum (Ketum) terpilih organisasi Tionghoa Akar Rumput Indonesia (TARI) Larry Hidayat Nugroho sangat mengecam keras kebijakan sepihak Presiden Amerika Serikat, Donald Trump atas pernyataannya atas Yerusalem sebagai ibukota Israel beberapa hari lalu (6 Desember 2017).

Langkah awal yang diambil Donald Trump guna merealisasikan pernyataan tersebut adalah dengan memindahkan kantor Kedutaan Besar Amerika Serikat yang berada di Tell Aviv ke Yerusalem.

Larry yang didampingi ketua pembina,
Drs.Amin minhan, SH, menjelaskan bahwa kebijakan Donald Trump ini dapat memicu ketegangan baru.

“Menurut kami (TARI) aksi sepihak Donald Trump ini dapat menimbulkan ketegangan baru di belahan dunia.
Seharusnya konflik dua Negara yang sudah berseteru lama diselesaikan melalui jalur diplomasi melalui Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tidak boleh sebelah pihak (Amerika),” ujar Ketum TARI Larry Hidayat Nugroho kepada Deteksionline.com di Jakarta, Minggu (10/12/2017).

Larry menegaskan bahwa Donald Trump tidak menghormati kesepakatan PBB ini bisa berpotensi menimbulkan ketegangan dibanyak Negara terlebih di dalam Negara Amerika sendiri,” tegasnya.

Demi menjaga kedamaian, keamanan dan stabilitas seluruh Negara. Larry meminta Donald Trump untuk menarik kembali ucapannya dan meminta maaf.

“Ingin kondisi dunia aman dan terkendali. Donald Trump harus segera minta maaf dan menarik ucapannya,” pintanya.

Tak lupa Larry juga mengajak peran serta negara-negara yang memiliki hak Veto di PBB guna mengambil kebijakan yang dapat menekan Donald Trump.

“Kita minta kepada Negara-negara yang memiliki suara di PBB agar lebih jeli dalam membaca situasi saat ini. Donald Trump harus ditekan untuk segera menarik ucapannya, guna meredam konflik,” harapnya. (Budi)

 551 total views,  1 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *