Kerap Anarkis dan Main Hakim Sendiri, GARDU BTP : Ormas itu Bukan Polisi!

  • Share

IMG-20171206-WA0048

JAKARTA, DETEKSIONLINE.COM – Berkaitan dengan pemberitaan adanya Organisasi Masyarakat (Ormas) yang main hakim sendiri dengan cara menggeruduk tempat tinggal warga yang diduga melakukan pencemaran nama baik terhadap Rizieg Shihab.

Ketum Gardu BTP Drs. Amin Minhan,SH mengatakan jika perbuatan main hakim sendiri itu tak boleh dilakukan. Apalagi diperoleh informasi jika kasus pencemaran nama baik terhadap Rizieq Shihab tersebut masih bersifat tafsir sepihak, lain halnya bila orang tertangkap tangan melakukan pencurian yang disertai dengan adanya barang bukti.

“Tidak ada satu Ormas pun yang berhak untuk bertindak layaknya polisi. Datang menggeruduk rumah warga terkait pencemaran nama baik, karena pencemaran nama baik ini bersifat tafsir bukan pidana yang terbukti jelas, masyarakat atau ormas yang merasa dirugikan boleh melaporkan kepada polisi dengan bukti-buktinya, dan polisilah nanti yang akan menyelidiki dan menyidik apakah kasus tersebut sudah masuk unsur pencemaran nama baik atau tidak,” jelas Ketum Gardu BTP Drs. Amin Minhan,SH kepada wartawan di Jakarta, Rabu (6/12/2017).

Amin Minhan mengharapkan adanya tindakan hukum yang tegas bagi Ormas yang melakukan persekusi terhadap kasus yang diduga pencemaran nama baik, atau warga yang terkena persekusi laporkan saja tindakan ini.

“Warga masyarakat harus dilindungi dari tindakan main hakim sendiri, karena saat seorang warga dipersekusi, dia akan mengalami trauma psikologis, padahal kasusnya masih samar dan warga yg digeruduk ini belum tentu adalah seorang tersangka. Ini bisa menjadi preseden buruk bagi penegakan hukum di Indonesia,” harapnya.

“Hendaknya kita jadikan hukum sebagai Panglima, jangan jadikan Negara ini hukum Rimba,” lanjutnya.

Amin menambahkan bahwa aksi Persekusi yang dilakukan terhadap warga yang diduga melakukan pencemaran nama baik terhadap Habib Rizieq Shihab tidak boleh terulang lagi.

“Pencemaran nama baik bukan pidana biasa yang dengan mudah dapat dibuktikan, pencemaran nama baik sifatnya adalah tafsir, butuh penelitian, penyelidikan sampai kepada penyidikan, bahkan kadang butuh ahli untuk menjadikan seseorang tersangka, tidak bisa seenaknya menuduh,” tutupnya. (Budi)

 560 total views,  1 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *