LSM Gebrak Pertanyakan Indikasi Mark Up Anggaran Makan Minum Pasien RSJ Sungailiat

  • Share
IMG-20171125-WA0057
lSUNGAILIAT, DETEKSIONLINE.COM–  Anggaran Paket Pengadaan Barang (makan dan minum pasien) di Rumah Sakit Jiwa Sungailiat kabupaten Bangka sejak Tahun Anggaran 2015 sejumlah Rp 1.157.250.000,- Oleh CV. Sinergi Prima dan tahun 2016 sebesar Rp1.134.802.650,00 APBD tahun 2016 oleh CV Berkat Sejahteta serta tahun 2017 dana Rp.974.411.850,00 oleh CV.Qaishar dipertanyakan oleh LSM Gebrak karena diduga ada indikasi mark up.
Dugaan indikasi Mark Up itu menurut Ketua LSM Gebrak Babel Suherman Saleh, setelah LSM Gebrak Babel mendapat laporan salah satu warga Sungaikiat berinisial RM yang mengirimkan Surat Konfirmasi Publik kepada pihak RSJ Sungailiat yang sampai sekarang belum dijawab padahal surat itu dikirimkan sudah setahun yang lalu,
“Saya sudah setahun mengirim surat konfirmasi publik dan sudah diterima mereka ada bukti penerimaan suratnya, tetapi sampai sekarang tidak dijawab ” kata Herman Ketua LSM Gebrak Babel menirukan perkataan RM.
Kemudian Ketua LSM Gebrak Babel  mempertanyakan juga mengapa setelah pihak RSJ Sungailiat menerima surat konfirmasi publik dari RM pada tahun 2016, anggaran pe ngadaan makan minum pasien untuk tahun 2017 malah lebih kecil padahal jumlah pasien bertambah dan harga barang barang kebutuhan makan minum lebih mahal dari tahun sebelumnya,
“Saya heran dengan pihak RSJ Sungailiat, mengapa setelah mereka menerima surat dari saudara RM pada tahun 2016, anggaran makan minum pasien ditahun 2017 malah lebih kecil padahal pada tahun 2017 harga barang barang makanan dan minuman lebih mahal dari tahun 2915 dan tahun 2016,” tutur Herman.
Masih menurut LSM Gebrak Babel, kalau kita mengacu kepada Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 715/Menkes/SK/V/2003 tentang Prasyarat Kesehatan Jasa Boga
disebutkan bahwa prasyarat yang dimiliki jasa boga untuk golongan B termasuk Rumah Sakit yaitu :
a. Telah terdaftar pada Dinas Kesehatan Propinsi setempat
b. Telah mendapat ijin Penyehatan Makanan Golongan B dan
memiliki tenaga Ahli Gizi/Dietisien
c. Pengusaha telah memiliki sertifikat kursus Penyehatan Makanan
d. Semua karyawan memiliki sertifikat kursus Penyehatan Makanan
e. Semua karyawan bebas penyakit menular dan bersih, berarti kontraktor yang mendapat paket pengadaan itu harus mempunyai syarat seperti diatas,
“Kalau kita mengacu kepada peraturan Menkes RI , kontraktor yang mendapat paket pengadaan itu tidak sembarangan kontraktor, sedangkan selama ini kita tidak pernah tahu bagaimana kreteria kontraktor yang memenangkan paket pengadaan makan dan minum pasien karena pihak RSJ Sungailiat sangat tertutup dan baik LSM ataupun wartawan sangat sulit untuk mendapatkan informasi mengenai hal tersebut”, katanya lagi.
Sementara itu salah satu Direjtur RSJ Sungailiat Zulfikar mengaku tidak ada hubungannya dengan permasalahan dugaan Mark Up anggaran pengadaan makan dan minum pasien di RSJ Sungailiat tersebut setelah dikonfirmasi melalui pesan WA pada Saptu (25/11),
“Mohon maaf sepengetahuan kami tidak ada hubungannya dengan yang dimaksudkan bapak,” tulisnya dalam pesan tersebut. (rb)

 

 1,072 total views,  1 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *